Balita Perlu Ukur Tekanan Darah?

Foto: medicalpages.co
Foto: medicalpages.co

Balita Anda pernah diukur tekananan darahnya nggak? Kalau anak saya selama ini belum, hingga akhirnya meminjam tensimeter digital neneknya. Tapi hasilnya bikin mata melotot, kok 135/105. Langsung deh berpikir apa anak kecil boleh ditensi?

Putra pertama kami sebenarnya sudah berusia 5 tahun. Tapi setiap ke dokter anak, nggak pernah tuh diukur tensinya. Biasanya cuma berat badan sama tinggi.

Sebenarnya, mengukur tensi balita itu perlu lho. Karena tekanan darah tinggi (hipertensi) tak hanya dialami orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalaminya.

Kalau dari situs Livestrong, disebutkan banyak dokter menyarankan rutin mengukur tekanan darah dimulai sejak usia 3 tahun. Apabila tensi anak tinggi, dokter anak biasanya mencoba metode non-obat untuk menurunkan tekanan darah sebelum beralih ke obat-obatan.

Bagaimana ceritanya anak-anak bisa kena hipertensi? Ada beberapa penyebabnya. Mulai dari penyakit genetik sampai kelebihan berat badan. “Hipertensi pada anak bisa menyebabkan stroke, gangguan jantung, gangguan ginjal, dan tekanan darah tinggi seumur hidup,” tulis Livestrong.

Cara Baca Tensi Anak

Membaca tekanan darah pada anak bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, dan tinggi anak. Umumnya, tekanan darah pada anak laki-laki lebih tinggi dan meningkat dengan bertambahnya usia dan tinggi badan. Untuk melihat nilai yang normal katanya sih harus melihat grafik

Yang penting diingat adalah sekali mendapat nilai yang tingginya abnormal bukan berarti anak itu hipertensi. Tekanan darah bisa berfluktuasi. Jadi ambil saja rata-ratanya selama beberapa hari untuk mengevaluasi angka tekanan darah.

Tekanan darah itu ditentukan jumlah darah yang dipompa keluar jantung dan lancar tidaknya aliran darah di dalam arteri. Kalau untuk orang dewasa, tekanan darah sistolik yang normal itu kurang dari 120 mm Hg dan diastolik kurang dari 80 mm Hg.

Tekanan sistolik adalah tekanan saat jantung memompa secara aktif, sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan arteri saat jantung beristirahat.

Nah, untuk anak-anak normalnya berapa?

NB-2 Tahun

Tekanan darah bayi setelah lahir berfluktuasi karena pekerjaan yang dilakukan dede bayi seperti menangis, tidur, atau menyusu. Setiap bayi juga nggak sama ya, jadi bervariasi tergantung usia kehamilan dan berat bayi.

Tekanan darah 79/54 biasanya dianggap tinggi tapi tidak membutuhkan perawatan.

Saat usia 1 tahun, tekanan darah tinggin ditentukan persentil dari usia dan tinggi berdasarkan jenis kelamin. Menurut National Heart Lung and Blood Institute, anak laki-laki usia 1 tahun yang dilihat dari tinggi rata-rata dianggap hipertensi jika tekanan darahnya 103/56 atau lebih. Untuk perempuan, dengan tinggi rata-rata dianggap hipertensi jika tensinya 104/58 atau lebih.

Semua ukuran tersebut mengacu dari tinggi rata-rata anak pada anak seusianya.

Beda lagi untuk anak laki-laki berusia 2 tahun. Mereka dianggap hipertensi apabila dengan tekanan darah 106/61; untuk anak perempuan usia 2 tahun, dianggap hipertensi di 105/63.

Usia 3-5 Tahun

Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dengan tekanan darah 109/65 atau di atasnya dianggap hipertensi. Untuk anak perempuan di usia 3 tahun dengan tensu 107/67 memiliki tekanan darah tinggi.

Untuk anak lelaki usia 4 tahun dengan tensi 111/69 adalah hipertensi, dan seorang anak perempuan berusia 4 tahun dianggap hipertensi memiliki tekanan darah tinggi apabila tensinya berada pada atau di atas 108/70.

Anak lelaki usia 5 tahun dianggap hipertensi jika angka menunjukkan 112/72 dan untuk anak perempuan 110/72.

Usia 6-8 Tahun

Anak lelaki usia 6 tahun dengan tinggi rata-rata dianggap hipertensi jika tensinya 114/74 atau lebih. Sedangkan untuk anak perempuannya hipertensi apabila 111/74.

Anak lelaki 7 tahun dianggap hipertensi jika tensinya 115/76 dan untuk perempuan 113/75.

Anak lelaki 8 tanun hipertensi jika tensunya 116/78 dan perempuan 115/76.

Usia 9-11 Tahun

Hipertensi dianggap terjadi pada anak lelaki usia 9 tahun apabila tekanan darah 118/79 atau lebih tinggi. Untuk anak perempuan 9 tahun, angkanya 117/77.

Seorang anak lelaki usia 10 tahun hipertensi bila tensinya 119/80 dan pada anak perempuan 119/78. Pada usia 11, pengukuran hipertensi untuk anak laki-laki adalah 121/80 dan untuk seorang perempuan 121/80.

Usia 12-14 Tahun

Seorang anak lelaki usia 12 tahun dianggap hipertensi apabila tekanan darah 123/81 atau lebih tinggi; untuk anak perempuan jika tekanan darahnya 123/80.

Pada usia 13, tekanan darah anak laki-laki dianggap tinggi jika126/81. Dan pada anak perempuannya jika 124/81. Seorang anak lelaki usia 14 tahun dianggap hipertensi apabila tensinya 128/82, dan pada anak perempuan dianggap hipertensi jika 126/82.

Usia 15-17 Tahun

Seorang anak lelaki 15 tahun dianggap bertekanan darah tinggi jika 131/83. Anak perempuannya dianggap hipertensi di 127/83.

Untuk usia 16 tahun, tekanan anak laki-laki yang dianggap ti ggi di 134/84 dan seorang anak perempuan di angka 128/84.

Terakhir, anak usia 17 tahun yang hipertensi pada angka 136/87, dan perempuannya memiliki tekanan darah tinggi di 129/84.

Hipertensi pada anak biasanya didiagnosis setelah melihat hasil dari tiga kali cek yang diambil pada kesempatan yang berbeda.

  3 comments for “Balita Perlu Ukur Tekanan Darah?

  1. Desember 9, 2014 at 5:01 pm

    Great info, boleh minta sumbernya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: