Orang Dewasa vs Bocah, Siapa yang Mau Mengantre?

Pernah merasakan nggak, ketika lagi ngantre makan di gubuk pernikahan tiba-tiba ada ibu-ibu yang lebih senior menyerobot antrean? Aduh, kalau kayak gini saya gondoknya minta ampun.

Sumber foto: News.open2view.com
Sumber foto: News.open2view.com

Kalau lagi kumat ketusnya, saya langsung aja bilang “antre bu”. Tapi, kalau lagi kalem saya biarkan saya dengan pasang wajah super dongkol.

Semua orang pasti laparlah. Apa susahnya si antre. Masa kalah sama bebek, hehe…

Inilah yang baru dirasakan suami saya yang menemani si sulung cukur rambut. Ceritanya, si kakak minta cukur rambut dari jauh hari, tapi baru sempat Minggu malam. Pas sedang duduk menunggu antrean, tiba-tiba datang bapak-bapak yang langsung duduk di depan si tukang cukur.

“Saya duluan ya Pak, anak saya nunggu lagi makan,” kata si bapak.

Ehm.. Baik lah pak. Terserah apa kata Anda. Tapi apa nggak malu menyerobot antrean sama anak2.

Untung suami sabar, dia diem tapi wajahnya mandangin si bapak-bapak itu. Setelah selesai, tak ada ucapan apapun. Dia langsung keluar.

Mungkin si bapak menyangka suami saya yang cukur. Tapi, wajah si bapak berubah ketika tahu anak 5 tahun yang mau cukur.

Apa si bapak nggak malu, dia menyerobot antrean anak-anak yang mau cukur? Anak aja sabar nunggu cukur.

Apa perlu di sekolah ada pendidikan tata krama mengantre ya. Di mana perasaan dan pikiran orang-orang yang suka menyerobot antrean. Apa dulu pernah diperlakukan sama, lantas balas dendam? Hanya dia dan Tuhan yang tahu jawabannya.

  2 comments for “Orang Dewasa vs Bocah, Siapa yang Mau Mengantre?

  1. Februari 17, 2015 at 4:09 am

    Budaya antri masih kurang ya di negara kita… 🙁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: