Anak ‘Lanang’ Dilarang Kena Sinar Matahari karena Takut Hitam

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi
Anak-anak lanang (laki-laki) tentunya senang bermain di luar, meski nggak semuanya sih. Kalau dengar ada suara teman-temannya di luar, entah itu sedang panas terik atau mendung, nggak peduli. Tapi, kalau panas-panasan nanti anaknya hitam donk?

Kalau berjemur, kulit Anda menciptakan pigmen berwarna coklat yang disebut melanin untuk melindunginya dari sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya di bawah sinar matahari.

Memang sih, sinar matahari bisa membuat kita merasa baik. Tapi sinar UV di bawah sinar matahari bisa merusak sel-sel dalam tubuh Anda. Anda harus melakukan apa saja untuk menghindari luka bakar matahari. Soale, kulit yang terbakar dari waktu ke waktu bisa memicu perkembangan kanker kulit atau melanoma.

Atasan saya yang bentar lagi jadi mantan pernah bilang, di barat sana berbeda dengan di sini. Kalau di sana berjemur berisiko besar kanker kulit, kalau di sini kasus itu jarang. Karena cuaca di sini berbeda dengan di sana. Kulitnya juga beda.

Kembali ke soal anak. Saya pribadi, nggak masalah anak saya main di luar panas-panasan di pagi hari. Dulu putra pertama saya itu putihnya minta ampun pas bayinya. Tapi, setelah renang kulitnya jadi agak sawo matang. Bagi saya anak cowok nggak apa-apa sedikit gelap, karena saya nggak terlalu suka melihat cowok terlalu putih, hehe… Itu pendapat saya lho. Selain itu, sinar matahari juga bagus buat pertumbuhan.

Prinsip sinar matahari itu sih selama dimanfaatkan dalam jumlah yang tepat, pastinya membuat kita menjadi lebih sehat dan bahagia.

Sinar matahari itu kan bisa merangsang tubuh memproduksi vitamin D. Kalau wajah, leher, lengan, dan kaki terpapar sinar matahaei selama 10-15 menit bisa menghasilkan 1.000 unit internasional (IU) sampai 3.000 IU. Tapi, itu tergantung pada jenis kulit dan kebutuhan vitamin D yang diperlukan oleh tubuh masing-masing dalam satu harinya.

Manfaat Sinar Matahari

Ini beberapa manfaat sinar matahari yang saya kutip dari Mindbodygreen:

1. Penyembuhan kanker

Dokter Amerika Dr Zane Kime menggunakan berjemur di matahari dan nutrisi untuk menyembuhkan pasiennya yang kankee. Bahkan dalam kasus-kasus terminal, Dr. Kime dapat sepenuhnya membalikkan kanker metastasis.

2. Sinar matahari membunuh bakteri jahat

Para prajurit Jerman setelah Perang Dunia I menggunakan temua yang telah dibuat pada tahun 1903 oleh pemenang Hadiah Nobel, Niels Finsen. Mereka menggunakan cahaya matahari untuk mendisinfeksi dan menyembuhkan luka.

3. Sinar matahari cegah gangguan kulit

Sinar matahari memiliki efek menguntungkan pada gangguan kulit, seperti psoriasis, jerawat, eksim dan infeksi jamur pada kulit.

4. Sinar matahari menurunkan kolesterol

Matahari mengubah kolesterol tinggi dalam darah menjadi hormon steroid dan hormon seks yang kita butuhkan untuk reproduksi. Dengan tidak adanya sinar matahari, sebaliknya yang aka terjadi; zat mengkonversi kolesterol.

5. Sinar matahari menurunkan tekanan darah

Bahkan paparan tunggal secara signifikan menurunkan tekanan darah pada individu dengan tekanan darah tinggi. Di sisi lain, obat-obatan farmasi seperti Statin memiliki efek samping, seperti merampok Coenzyme Q10 di tubuh. CoQ10 adalah penting untuk energi sel dan jantung.

6. Sinar matahari bersihkan darah

Sinar matahari menembus jauh ke dalam kulit untuk membersihkan darah dan pembuluh darah. Literatur medis yang diterbitkan di Eropa menunjukkan bahwa orang dengan aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) membaik dengan paparan sinar matahari.

7. Sinar matahari tingkatkan oksigen

Sinar matahari meningkatkan kandungan oksigen dalam darah manusia. Dan, itu juga meningkatkan kapasitas tubuh untuk mengantarkan oksigen ke jaringan; sangat mirip dengan efek olahraga. Matahari memiliki efek besar pada stamina, kebugaran dan pengembangan otot.

8. Sinar matahari membangun sistem kekebalan tubuh

Sel-sel darah putih, yang meningkat dengan paparan sinar matahari, disebut limfosit, dan ini memainkan peran utama dalam mempertahankan tubuh dari infeksi.

9. Sinar matahari bikin anak tinggi

Paparan sinar matahari yang rutin bisa meningkatkan pertumbuhan dan tinggi anak-anak, terutama bayi. Banyak budaya di sepanjang sejarah telah mengakui fakta ini. Penelitian telah menunjukkan jumlah paparan sinar matahari dalam beberapa bulan pertama memiliki efek pada seberapa tinggi seseorang anak itu tumbuh.

10. Sinar matahari dapat menyembuhkan depresi

Siang sinar matahari bisa memberikan 100.000 lux. Ketika kita duduk di kantor pada hari terbaik dengan matahari, di bawah neon, dan lampu buatan (150-600 lux), kita mengambil pencahayaan alami.

Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan kondisi yang disebut gangguan afektif musiman (SAD), suatu bentuk depresi. Hal ini lebih sering terjadi pada musim dingin, tetapi juga umum pada orang yang bekerja berjam-jam di gedung-gedung perkantoran.

Paparan sinar matahari harus dilakukan perlahan! Jika Anda tidak terbiasa dengan matahari, maka kulit Anda akan lebih sensitif terhadapnya. Menghindari sengatan matahari dengan membangun toleransi Anda perlahan-lahan.

  2 comments for “Anak ‘Lanang’ Dilarang Kena Sinar Matahari karena Takut Hitam

  1. Februari 18, 2015 at 11:55 am

    Makanya orang Bule doyaaan sama matahari ya…
    Kalau panas dikit, keluar semua dan berjemur..
    Aaah kangen juga sama sinar matahari yg cantik dan hangat 🙂

  2. Februari 18, 2015 at 12:23 pm

    Di sana dingin terus ya. Klo di sni mataharinya lagi suka ngumpet, hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: