Bagaimana Efek Wi-fi ke Anak?

Sumber foto: greercpw
Sumber foto: greercpw
Punya anak masih bayi tapi sering nyalain Wi-fi di rumah, bagaimana ya efeknya? Kalau sering baca-baca artikel soal kesehatan itu jadi ngeri ngapa-ngapain. Tapi kalau lihat dan nggak diklik jadi penasaran.

Ada banyak studi tentang efek dari radiasi elektro-magnetik yang dipancarkan dari perangkat seperti telepon nirkabel, Wi-fi, monitor bayi digital, dan produk nirkabel lainnya. Semua ilmuwan setuju radiasi ini berbahaya pada tingkat tinggi, namun banyak yang berharap pancaran dengan tingkat rendah dari perangkat rumah tangga ini aman.

Mari mulai dengan hasil survei yang dipublikasikan di Journal of Microscopy and Ultrastructure berjudul Why children absorb more microwave radiation than adults: The consequences. Kesimpulannya sih, meski kita ingin, kita tidak bisa menghilangkan paparan frekuensi radio medan elektromagnetik (RF / EMF). Tapi, kita mungkin perlu untuk membatasi paparan itu, bila memungkinkan.

Sumber utama RF / EMF adalah radio, televisi, oven microwave, ponsel, dan perangkat Wi-Fi. Dari analisis studi lain, para penulis berpendapat anak-anak dan remaja berisiko lebih jika terpapar perangkat yang memancarkan gelombang mikro (dan risiko orang dewasa lebih rendah, namun masih signifikan).

Anak-anak dan janin menyerap radiasi gelombang mikro karena tubuhnya relatif kecil, tengkorak mereka lebih tipis, dan jaringan otak mereka lebih penyerap. Pembahasan yang agak berat yaa.

Apalagi ada yang menulis paparan radiasi dari produk nirkabel itu merupakan paparan kronis. Ada bukti paparan ini mungkin lebih merusak dalam jangka panjang.

Perkiraannya sih waktu pertama kali tubuh terkena sumber baru radiasi, ia bereaksi dengan memperkuat pertahanan kekebalan tubuh, tapi kemudian sistem kekebalan tubuh mulai melemah secara progresif karena paparan radiasi yang terus menerus.

Saat ini sudah banyak bukti orang mengalami gejala dalam jangka pendek, seperti sakit kepala, mual, pusing dan kehilangan konsentrasi. Untuk alasan ini, beberapa pemerintah dan badan-badan publik telah berhenti menggunakan wi-fi di beberapa tempat umum dan sekolah.

Ini beberapa point penting yang bisa dipertimbangkan:

1. Anak-anak menyerap gelombang radiasi mikro dalam jumlah yang lebih besar dibanding orang dewasa.

2. Janin bahkan lebih rentan daripada anak-anak. Oleh karena itu ibu hamil harus menghindari mengekspos janin mereka dari radiasi gelombang mikro.

3. Gadis remaja dan wanita seharusnya tidak meletakkan ponsel di saku baju dekat bra.

Kalau tulisan di forbes sih katanya secara umum dari penelitian yang ada, kayaknya berusaha menghubungkan paparan RF / EMF dengan berbagai jenis kanker, jumlah sperma yang rendah, dan gangguan lainnya. Tapi, artikel survei biasanya perspektif satu kelompok, dengan data yang terbatas. Mereka juga mencatat bahwa waktu rata-rata antara paparan karsinogen dan tumor yang dihasilkan adalah tiga dekade atau lebih, sehingga sulit untuk sampai pada kesimpulan yang pasti.

Tarik napas dalam-dalam.. Bismillah saja, semoga semua dilindungi dan diberi kesehatan, amin..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: