Mensyukuri Keriput di Wajah

Kulit berkerut dan keriput pasti akan hadir pada waktunya. Bukannya itu kodrat alam? Tapi saya bisa memaklumi tak sedikit orang yang mau berusaha apa saja agar si keriput pergi.

Saya saja kalau dibilang tua kadang-kadang bagaimana gitu. Kakak sering bilang “Mama jangan marah-marah terus, nanti tua lho“. Kalau udah denger gini, antara lucu dan tersindir. Apa bener saya makin tua ya? Ngapain nanya ya, jelas-jelas jawabannya iya, hahaha..

Lihat saja di kaca uban makin banyak, kerutan ada di mana-mana seperti di dahi atau garis senyum. Tapi namanya juga hidup. Masa iya, kulit sama seperti masih bayi yang tanpa kerut kalau umur udah segini.

Sekuat-kuatnya orang berusaha untuk tak berkerut, akhirnya akan menyerah. Karena kerut akan terus bertambah.

Seperti biasa, saya suka ngambil brosur-brosur yang infonya bagus. Kali ini masih dari Klinik Mata Nusantara. Di sini dijelaskan, kerutan di wajah itu disebabkan ekspresi wajah di setiap saat.

Garis ekspresi ini timbul akibat kontraksi otot-otot di bawah kulit yang berulang-ulang dalam jangka waktu lama saat tersenyum, marah, atau mengerutkan dahi. Inilah yang membuat kulit di atas otot tersebut akan membentuk kerutan halus.

Kalau merasa terganggu sama kerutan, ada cara menyamarkan atau menghilangkannya. Seperti menggunaka injeksi Botox. Tiga daerah di wajah yang paling sering diinjekso adalah antara dua alis (glabella), daerah sekitar sudut kelopak mata (periorbital crow’s feet), dan dahi (forehead).

Apa itu botox? Tentu ini bukan makanan, hehe.. Ini adalah zat yang terdiri dari berbagai jenis protein yang dihasilkan bakteri Clostridium botulinum. Nantinya zat ini yang disuntikkan ke otot wajah biar kerutan hilang atau memudar.

Kalau disuruh milih, saya mending alami aja deh. Takut disuntik-suntik. Toh nantinya keriput akan permanen di wajah ini bila waktunya sudah tiba. Saya menikmati dan mensyukuri semua proses hidup ini, termasuk keriput di wajah, Kalau awet muda alhamdulillah, kalau keliatan tua mau bagaimana lagi hehe…

Aktris Hollywood Cameron Diaz saja melihat bahwa semakin tua usia maka seseorang semakin bijaksana. Menurutnya tak ada itu itu produk antipenuaan. Sayangnya, kita hidup dalam masyarakat yang menjual sesuatu kepada wanita agar kita mempercayai jika kita semakin tua, kita telah gagal karena tidak mampu tetap muda.

Sebagai wanita, ia tak terpengaruh dengan keriput di wajahnya. Baginya, keriput itu menyimpan cerita bahwa ia sering tersenyum. Itu juga menunjukkan ia selalu ramah serta memberikan kesan positif pada siapa saja yang ditemuinya.

Nah, nggak usah takut sama keriput 🙂

  6 comments for “Mensyukuri Keriput di Wajah

  1. Maret 4, 2015 at 5:56 am

    Iya ya, ak tuh pake pelembab klo keluar aja. Iya betul teh, semua disyukuri 🙂

    • Maret 4, 2015 at 11:20 am

      Sebetulnya bagusnya sih rutin ya kasih pelembab, eeh teteh juga kalau lagi rajin, ya apa-apa dicoba ke muka, maskeranlah..tp banyak ngga rajinnya dibanding rajinnya hihi

  2. Maret 4, 2015 at 8:18 am

    Mungkin orang tidak keriput kalau dia tidak berekspresi ya Mbak. Tapi itu kan tidak mungkin, ya :hehe :random.

    • Maret 4, 2015 at 8:23 am

      Ada itu org di luar yang ga berekspresi 40 tahun biar nggak keriput. Tpi klo gtu tersiksa banget yaa, hahahaha

      • Maret 4, 2015 at 8:24 am

        40 tahun? :haa. Niat banget biar nggak keriput ya Mbak :hihi.
        Yep, setuju, sangat tersiksa, soalnya semua dipendam sendiri, nanti bisa stres terus malah sakit :hehe.

        • Maret 4, 2015 at 8:32 am

          Keriput menjauh penyakit mendekat, hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: