Kebiasaan Nggak Cek Tanggal Kedaluwarsa

image
Sumber foto: Google

Hampir setiap produk ada tanggal kedaluwarsanya (Expired Date). Entah itu makanan, obat, makeup, atau produk lainnya. Tapi, saya suka lupa lihat. Belum lagi kalau produk kosmetik yang suka lama habisnya, eh tahu-tahunya tulisannya menghilang. Ini yang bikin dilema, masih bisa dipakai apa nggak.

Pagi ini, suami hampir saja memakai pelembab yang sebenarnya sudah kedaluwarsa. Saya sengaja letakkan di luar karena tanggalnya sudah samar-samar, kelihatannya tahun expired-nya 2014. Cuma saya lupa bilang ke suami. Untung pas udah dicolek tuh pelembab, saya lihat 🙂

Untuk makanan dan obat, saya pasti cek tanggal kedaluwarsanya. Tapi, suka luput ngecek tanggal kedaluwarsa pada produk kosmetik atau produk perawatan tubuh lainnya. Yang suka saya bingung, sebenarnya produk kedaluwarsa itu harus stop penggunaannya tepat tanggal yang tertulis atau ada masa tenggangnya atau beberapa hari sebelumnya sudah distop penggunaannya?

Tanggal kedaluwarsa itu tercetak tentunya bukan tanpa alasan. Ada alasan keamanan di baliknya. Tanggal kedaluwarsa itu buat melindungi kita dari hal-hal yang membuat kita sakit atau mengganggu tubuh ini. Selain itu, memberitahu penggunanya bahwa produk sudah tak efektif lagi.

Kalau menurut Situs Kesehatan WebMD, situasi kayak gini bukan abu-abu. Jadi kalau nggak hitam ya putih. Kalau saya sendiri memilih untuk tidak pernah meminum obat atau mengonsumsi makanan yang sudah habis masa berlakunya. Waktu kecil pernah punya pengalaman nggak enak, habis minum minuman sudah kedaluwarsa kena demam. Nggak tahu itu ada hubungannya apa nggak.

Menurut suami yang dulu mahasiswa kimia, dosennya pernah ngasih tahu, yang berbahaya dari produk kedaluwarsa itu kemasannya. Kalau sudah kedaluwarsa, si kemasan bisa menguraikam senyawa kimia ke produk tersebut yang bisa berbahaya untuk tubuh

Tulisan Kedaluwarsa

Pada pernah perhatiin nggak, tulisan keterangan kedaluwarsa itu macam-macam. Ada yang Sell by date, Best if used by (or before), atau Use by date. Semua itu ada artinya.

1. Sell by date

Label itu buat memberitahu penjual toko berapa lama mereka bisa men-display produk untuk dijual. Jadi si penjual bisa tahu kapan produknya harus ditarik. Kita sebagai pembeli harus membelinya sebelum tanggal berakhir.

Paul VanLandingham, EdD, dari Center for Food and Beverage Management of Johnson & Wales University mengatakan sell by date ini menunjukkam bahwa hari terakhir produk tersebut kualitasnya masih bagus, tapi masih bisa dikonsumsi beberapa waktu setelahnya. Cuma nggak dijelasin, berapa waktunya itu.

2. Best if used by (or before) date

Hal ini mengacu ketat untuk kualitas, bukan keamanan. Tanggal ini disarankan agar rasa produk makanan atau minuman dalam kondisi terbaik atau berkualitas. Ini bukan tanggal pembelian atau keamanan.

3. Use by date

Ini adalah tanggal terakhir yang direkomendasikan agar saat dikonsumsi atau digunakan, produk masih berkualitas tinggi. Tanggal tersebut ditetapkan oleh produsen produk.

4. Pack date

Konsumen akan menemukan lebel ini pada makanan kaleng atau kemasan yang menunjukkam itu masih bagus. Umumnya dalam bentuk kode. Contohnya bulan-hari-tahun-(MMDDYY). Atau produsen dapat menggunakan kalender Julian (Nah ini saya baru tahu). Contohnya, Januari dikodekan dengan 001-0031 dan Desember 334-365. Saya nggak mudeng, hehe…

Makanan Aman Dikonsumsi

Ini panduan saja, saya juga bukan ahlinya hanya mengutip dari situs WebMD:

Susu: Biasanya masih bagus sampai seminggu setelah tanggal Sell by
Telur: oke selama 3-5 minggu setelah membeli ua
Unggas dan makanan laut: memasak atau membekukan dalam satu atau dua hari
Daging sapi: masak dan membekukannya dalam waktu tiga sampai lima hari
Makanan kaleng: makanan rendah asam di kalngan seperti kacang hijau bisa bebas risiko sampai 5 tahun.

Kalau saya memilih nggak mengonsumsi makanan atau menggunakan produk yang kedaluwarsa, takut keulang kejadian masa kecil, hehe.. Dan tolong buat para produsen, kalau bisa tulisannya dibikin awet. Misalnya dicetak timbul aja. Pakai tinta suka hilang.

Kalau Anda sendiri bagaimana?

  6 comments for “Kebiasaan Nggak Cek Tanggal Kedaluwarsa

  1. Maret 26, 2015 at 5:21 pm

    saya juga jarang sih ngecek tanggal kadaluwarsa,hee
    tapi yang saya tau kalo masalah obat semisal udah kadaluwarsa efeknya hanya mengurangi 50% efektifitas dari obat tersebut, jadi biasanya minum obat efeknya bisa sembuh 100% tapi kalo sudah kadaluarsa efektifitas kesembuhannya berkurang 50% dari yg seharusnya dan tergantung masing2 jenis obatnya juga sih, kalo obat2 yg resiko tinggi kayaknya gak bisa di pake lagi kalo udah kadaluwarsa 😀

    • Maret 26, 2015 at 5:46 pm

      Saya pikir obat malah nggak boleh lagi mbk. Jadi dlu saya buang2 deh, hehe… Sip, tks infonya ya mbk 🙂

  2. Maret 26, 2015 at 6:24 pm

    Di kantor saya tuh, kemarin ada insiden, baru ketahuan kalau susu kental manis yang dipakai sudah kadaluwarsa 4 bulan. Tapi anehnya tidak ada apa-apa yang terjadi sama pegawai yang suka bikin kopi susu pakai si kental manis itu. Hadoh… memang kita harus lebih teliti Mbak, urusan yang begini-begini kadang bisa bikin berabe.

    • Maret 26, 2015 at 6:48 pm

      Ternyata teliti buat diri sendiri aja suseh ya, beda klo teliti buat kerjaan, hehe… Alhamdulillah pd gpp itu

      • Maret 27, 2015 at 8:28 am

        Iya Mbak, syukur banget tidak ada apa-apa, kalau sampai ada grubug keracunan massal kan bisa kena juga saya… lha wong saya ikutan makan :malu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: