Kaya vs Miskin, Sulit Berbaur?

  
Kamu generasi tahun berapa hayo? Tahu film Meteor Garden nggak? Kalau sempat tahu, berarti kita tosss πŸ™‚ Ceritanya apalagi kalau bukan cinta-cintaan antara pria kaya dan perempuan dari keluarga biasa.

Ini bukan mau bahas tentang percintaannya. Tapi tentang si kaya dan si miskin. Kalau sebut miskin terlalu kasar ya, jadi saya ganti dengan si biasa.

Kenapa ya di dunia ini si kaya dan si biasa sulit berbaur. Bagai minyak dan air. Di cerita itu saja si pria harus perjuangan berat untuk mendapatkan cinta si perempuan. Lantas, untuk kehidupan sosial bagaimana? Apa si kaya juga sulit berteman dengan si biasa?

Ini menurut saya ya. Pertama, berteman dengan si kaya kudu bisa bikin benteng pertahanan. Maksudnya jangan sampai kita mupeng pas si kaya punya sesuatu barang, kita yang hidupnya biasa-biasa saja harus punya juga. Bahaya, nanti malah hidup lebih menderita. Enjoy saja dengan rezeki yang ada.

Hidup sesuai kemampuan saja. Nggak usah mubazir dan foya-foya kalau memang nyatanya rezeki yang kita punya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ini catatan buat saya, kalau suatu hari berteman dengan si kaya, hehehe..

Kedua, candaan si kaya sama kita yang biasa kadang suka berbeda. Harus tebal telinga dan jangan dimasukkan hati.

Bisa saja mereka hanya bercanda tentang materi, tapi bagi seseorang yang biasa saja mungkin dianggap hinaan atau sindiran. Kalau sudah begini, tutup telinga dan jangan ambil hati.

Ambil hikmahnya, mungkin dengan begitu bisa jadi introspeksi buat diri kita. Dan siapa tahu jadi pemicu buat hidup lebih semangat agar kita bisa meraih sukses seperti mereka πŸ™‚

Ketiga, orang yang biasa ngotot harus bisa berteman dengan si kaya. Daripada nanti dicuekin, nggak usah ngoyo. Dia mau berteman bersyukur, nggak mau juga nggak masalah kan? Teman bisa datang dari mana saja asal membawa kebaikan buat kita πŸ™‚

Keempat, terkadang si kaya pemikirannya berbeda. Ada kalanya bagi kita yang biasa membicarakan sesuatu yang sebenarnya biasa malah dianggap menghina atau merendahkan mereka. Sensitivitasnya mungkin beda tipe ya.

Orang biasa sudah terbiasa dengan sesuatu yang biasa, tapi bagi si kaya belum tentu terbiasa dengan yang biasa. Salah ngomong, nanti bikin tersungging, ya wassalam πŸ˜€

Seharusnya sih berteman itu bisa dengan siapa saja. Asal saling menghargai dan menghormati, tidak semena-mena, siapa tahu membuat diri kita menjadi pribadi lebih baik. Ada sedikit singgungan dalam pertemanan itu wajar dan semoga nggak menjadi permasalahan yang berlarut-larut hingga diam-diaman.

Sebenarnya bisa berbaur atau tidak sih? Semua kembali ke pribadi masing-masing. Banyak juga yang kaya yang baik hati, tidak sombong, dan tidak melihat si biasa dengan sebelah mata. Ingatlah, semua makhluk itu diciptakan sama. Hanya rezekinya saja yang berbeda-beda.

Seperti biasa, ketikan ini hanya opini si pengetik dengan melihat dan mendengar kisah kehidupan di sekitar. Kalau ada yang tersinggung, maafkan ya πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: