Renovasi Rumah Nyicil

Beli rumah baru tipe clusteran gitu mah harus mau terima desain, bangunannya, dan segala-segala macamnya. Termasuk siap kalau bangunan yang berdiri rapuh aka sebulan dua bulan udah bocor. Atau dapurnya terbuka.

Kalau begitu kasusnya pasti maunya rumah direnovasi aja. Tapi kapan waktunya? Nunggu kekumpul atau nyicil-nyicil?

Dulu saya berpikir ngumpulin uang dulu sampai cukup baru deh mulai renovasi. Tapi, ternyata nggak kekumpul-kumpul. Yang ada harga bahan-bahan bangunan naik terus. Sama aja kayak harga rumah 😀

Pernah suatu kali sudah mengumpulkan uang tapi pas nanya ke tukang, uangnya kurang. Hanya setengah dari yang dibutuhkan.

Saya yang nggak berani nekat akhirnya ngomong ke suami memilih mundur. Padahal, pak tukang sudah mengatakan lebih baik dikerjakan saja sesuai budget yang ada.

Setelah gagal merenovasi, suer ngumpulin uang lagi bukan pekerjaan yang mudah. Saya tanya-tanya teman enaknya bagaimana ya, pendapatnya beragam ada yang bilang dicicil ada yang bilang dikumpulin sampai jumlahnya dua kali lipat dari yang dibutuhkan. Ehm..

Dari berbekal tanya sana sini, ada beberapa pertimbangan kalau mau renovasi:

1. Ngumpul sampai banyak

Yakin bisa mengumpulkan uang banyak dalam jangka waktu singkat? Kalau kami kayaknya agak-agak susah. Secara penghasilan suami hanya bisa meninggalkan sisa sedikit. Kalau ada bonus atau THR itulah waktunya mengumpulkan pundi-pundi. Alhamdulillah..

Tapi, buat kekumpul dua kali dari kebutuhan, pikir-pikir dlu, hehe…

Buat yang pengasilannya bisa menyisakan 50 persen itu mungkin bisa mengumpulkan dalam waktu singkat, ini mungkin ya asal bukan tipe yang boros 😀

2. Nyicil

Pekerjaan nyicil-nyicil kayak begini cocok buat kami. Tapi, mau terima melihat penampilan bangunan setengah jadi.

Banyak orang yakin, kalau renovasi rumah pasti ada rezeki tambahan, amin. Bismillah..

Teman pernah berpesan, yang perlu diingat, semakin besar anak semakin besar kebutuhannya. Apalagi kalau udah sekolah, harus siap dana lebih. Sekolah sekarang mihiil. Belum perintilan-perintilannya.

Sebagai emak-emak yang dulu boros, saya sekarang harus bisa mengerem. Ngerem belanja online, ngerem beli baju, ngerem lihat diskonan, hahahaha…. ya Tuhan, jauhkan hamba dari godaan pemborozzzaan 🙂

Lanjut ke renovasi, akhirnya kami nekat dengan modal kredit lunak seadanya ke ortu karena ngumpulin lagi belum berhasil 🙁 Yang penting, dapur ke tutup biar lalat dan tikus nggak mondar-mandir terus..

Terus renovasi nyicilnya jadinya bagaimana? Hehe.. baru mulai, belum kelihatan nanti dengan budget seadanya kami jadinya seperti apa. Semoga bisa rampung, banyak rezeki tambahan, amin.. 🙂

Posted from WordPress for Android

  7 comments for “Renovasi Rumah Nyicil

  1. Juni 19, 2015 at 10:37 am

    rumah saya juga belum direnov 😀

    wah sudah punya domain sendiri rupanya

    • mellyfeb0805
      Juni 19, 2015 at 11:55 am

      Iya bang, udah pindahan, hehe

  2. Juni 19, 2015 at 1:04 pm

    Wah bener nih, kata orang tua juga kalau terkait urusan rumah, jangan ditunda sampai uangnya terkumpul, soalnya uangnya susah buat terkumpul. Ada inflasi, permintaan yang tinggi sampai harga banyak naik, macam-macam deh pokoknya, jadi kalau bisa diusahakan pinjam uang ya dipinjam dulu, hitung-hitung irit di waktu. Lagipula kalu rumah yang perlu direnovasi, kalau ditunda terus malah rusaknya tambah parah :huhu. Saya lebih setuju renovasinya dicicil :hehe.

    • mellyfeb0805
      Juni 19, 2015 at 2:04 pm

      Kadang2 suka takut memulainya, takut ga cukup. Cm klo ga mulai dan nekat, susah klo ga dicicil, hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: