Waspada Pajang Foto Anak di Socmed ‘Dicatut’ Tangan Jahil

Saya sadar diri paling sering pajang foto anak di media sosial (medsos/socmed), tapi ternyata itu rawan. Banyak pihak bertangan jahil yang menyalahgunakan foto yang kita publish di socmed.

Teman saya yang bekerja di media online mengatakan ada akun di IG@jualbayimurah yang menawarkan ‘ambil’ bayi dari panti asuhan, padahal ada beberapa foto anak orang pengguna socmed. Teganya si tangan jahil.

image
Foto: twitter Joko Anwar

Kasus catut foto dari socmed memang sudah sering terjadi, tapi saya sebagai orangtua masih saja suka pajang foto anak, huhu….

Saya kan pas anak pertama sering upload foto ke socmed, tapi sejak baca-baca tentang bahayanya sudah ngerem. Dan pas anak kedua sudah lebih berkurang pajang fotonya dibanding dlu. Klo pun mau upload sepertinya memang harus pakai watermark nh..

Kalau dari Lip6.com dituliskan ilmuwan Departemen Kesehatan Anak dari dari University Michigan, Sarah Clark mengingatkan orangtua untuk menjaga privasi anak. Pasang foto harus bijak juga.

“Kami tidak melarang berbagi pengalaman parenting, namun unggahlah cerita maupun foto dengan cara bijaksana. Atur mana yang baik,” terang Clark.

Waspada ya para orangtua, tangan jahil bergerilya demi ‘sesuap nasi’ eh apa buat bersenang-senang ya? 🙁

Kasus ini menjadi pelajaran dan peringatan buat saya yang masih suka pajang foto anak di jejaring sosial.

NB: mari yang punya akun IG ayo sama-sama report akun @jualbayimurah

Posted from WordPress for Android

  2 comments for “Waspada Pajang Foto Anak di Socmed ‘Dicatut’ Tangan Jahil

  1. Juni 22, 2015 at 10:03 pm

    Kalau kata teman saya, akun IG jual bayi itu malah punya niatan lain. Bukan buat jual bayi, tapi akun kontroversial seperti ini dibikin untuk menjaring followers. Nanti kalau followers sudah banyak, akun akan dijual dan oleh pembelinya (tentu saja) dipakai untuk berbisnis. Atau memang diniatkan untuk jualan bayi, tapi manapun yang benar, cara-cara seperti ini sangat tidak elok.

    • mellyfeb0805
      Juni 23, 2015 at 5:02 am

      Iya ya, biar org y penasaran pd follow. Caranya ga sehat apapun itu alasannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: