Ngomel Atau Pendam di Hati

  
Kamu termasuk yang suka ngomel-ngomel kalau mendapat pelayanan yang nggak sesuai harapan atau memilih dipendam saja? Saya banget waktu dulu. Sekarang sih masih, tapi sudah berkurang.

Kalau dipendam katanya nggak bagus buat kesehatan, sama aja sama marah-marah. Yang begini biasanya perempuan. Entah masih single, ibu-ibu, atau sudah berusia sama saja.

Dulu saya berpikiran, pekerjaan situ kan seharusnya memberikan pelayanan semaksimal mungkin tapi kenapa nggak dikerjakan sesuai harapan. Namanya juga manusia, apa ada yang sempurna?

Cuma kok yang profesional bisa, kenapa semuanya tidak bisa? Kalau mikir kayak gitu sampai kapanpun nggak ada ujungnya.

Gini saja. Mari koreksi diri masing-masing. Kamu tipe yang suka menyampaikan keluhan atau dipendam saja? Jujur itu bagus, tapi jujur juga bisa menyakitkan. Ingatlah mulutmu harimaumu. 

Mulut pedas itu nggak selamanya bagus. Akan ada orang-orang yang tersakiti. Mengkritiklah dengan cara yang membangun, bukan mengkritik yang menjatuhkan dan menyakitkan.

Saya mah tipe yang pedas mulutnya. Kata orang judes, kalau ke resto mengecewakan saya langsung ngedumel dengan suara kencang berharap pelayan mendengar. Ternyata, setelah dipikir-pikir cara saya bisa menyakitkan hati pelayan itu.

Coba posisikan jika yang pelayan itu kita. Mendengar orang ngedumel saat pekerjaan nggak rampung-rampung rasanya gimana coba. Mau marah balik salah, mending diam daripada masalah panjang.

Tarik napas dulu sebelum marah-marah. Pikirkan langkahmu marah-marah atau ngedumel udah tepat belum. Nggak semuanya karena mereka malas. Siapa tahu mereka orang baru yang belum berpengalaman atau sudah bekerja keras tapi tetap terlihat belum maksimal.

Jagalah mulutmu dalam berkata. Kurang-kurangilah pedasnya mulut, hehe… *saya banget* Buang jauh-jauh jabatan dan harta yang membuatmu semena-mena dalam bersikap dan bertutur kata. Semua manusia sama, hanya takdir yang berbeda.

Berkatalah dengan sopan santun, tegas, dan berwibawa, orang pasti mendengar dan menghormati Anda. Coba kalau kita ngedumel kesal, paling juga dicuekin. Tapi kalau orang yang dikasih tahu songong bagaimana? Tinggalin saja, orang songong dilawan. Buang-buang waktu, hehe

Seperti tulisan sebelumnya, ini tak bermaksud menggurui. Tapi kayak menggurui ya, hahahaha… 

Manusia tempatnya khilaf. Tak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik Tuhan 🙂 Moga tulisan ini bisa diambil yang baik-baiknya saja. Yang jelek dibuang saja, jangan dimasukin hati ya.. Pisssss

Posted from WordPress for Android

  6 comments for “Ngomel Atau Pendam di Hati

  1. Oktober 21, 2015 at 8:02 pm

    kalau saya tipenya pendiem sih mbak..awalnya..tapi kalau sudah kecewa ya langsung tak bilangin bla bla bla hihihi

    • mellyfeb0805
      Oktober 21, 2015 at 8:10 pm

      Saya pengennya gitu, tapi kok blm bisa 😀 Apa rata2 cwe ya yang langsung ngomel ya, hehe…

  2. Oktober 22, 2015 at 6:01 am

    Hati boleh panas, tapi kepala mesti tetap dingin ya Mbak. Keluhan memang mesti disampaikan, yang jelek-jelek memang mesti diketahui supaya jadi bahan saran peningkatan, tinggal caranya saja yang harus sopan dan santun supaya keluhan kita tepat sasaran dan bisa dapat solusi yang memuaskan semua pihak :)).

    • mellyfeb0805
      Oktober 22, 2015 at 6:24 am

      Setuju banget Gar. Cara penyampaian itu penting, bukan yang ceplas ceplos hajar bleh ya 😀

  3. Oktober 26, 2015 at 12:11 am

    Aku nggak perlu jawab ya? Mbak tahu dong aku seperti apa. Tiga tahun duduk di sampingku pasti tahu kan? TAHU KAN? Hahaha

    • mellyfeb0805
      Oktober 26, 2015 at 5:35 am

      Sesama mulut pedes mah pasti tahu, hahahahha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: