Dibandingkan Itu Enak Nggak?

image[/Foto Ilustrasi Fashioncia.com]

Nggak cuma anak-anak yang tidak senang dibanding-bandingkan. Orang dewasa juga nggak senang kan. Memang, membandingkan mungkin niatnya baik agar lebih baik tapi ada pihak lain yang bisa saja tersinggung.

Membandingkan itu berarti ada yang lebih baik yang perlu dicontoh. Tapi, apa iya semua orang harus mengikuti yang dianggap lebih baik? Sebenarnya sih, masing-masing orang punya kelebihan. Siapa tahu yang dianggap biasa saja lebih baik di bidang lain. Betul tidak? 😀

Wajar, jika anak-anak pasang muka bete kalau orangtuanya bilang, “Coba lihat si A, dia sudah bisa naik sepeda.” Atau “Kakak nilainya 10 lho, kamu harus bisa juga.”

Kalau dari konteks kata-katanya sih, maksud orangtua pasti baik biar anaknya terpacu semangatnya. Ya kalau berhasil, kalau nggak muka si anak udah belipet-lipet itu. Bahkan bisa memusuhi saudaranya yang sering dipuji-puji.

Itu kalau sama anak-anak. Bagaimana sama orang dewasa. Kayaknya sama aja deh. Mungkin sedikit orang yang suka dibanding-bandingin.. Walau kesannya nerimo, kayaknya di hatinya ngedumel. Apalagi kalau dibandinginnya sampai diulang-ulang berpuluh-puluh kali. Udah males kaleee, hahaha

Kalau kesel denger dibanding-bandingin, coba deh cara ini:

1. Diam

Yakin ngejawab bakal menyelesaikan permasalahan. Kayaknya malah jadi adu argumen, mending diam. Kunci mulut, tahan napas, mending diam, hehehe…

2. Senyum

Kesel, dongkol, kok dibanding-bandingin terus sih. Udah senyum aja, jangan mikir macem-macem. Berpikir positif dan jangan lupa tersenyum. Itu lebih baik kan 🙂 Senyum dipaksa saja sudah bagus buat tubuh.

3. Pikirkan yang baik

Seperti point di atas, pikir yang baik saja. Berpikir, orang yang membandingkan kita itu niatnya baik supaya kita juga menjadi pribadi yang lebih baik. Aduh, kalau suuzonbisa cepat keriput tuh kulit 😀

4. Tunjukkan bisa

Setiap orang kan beda-beda. Ada yang jago masak, ada yang jago matematika, dan lain-lainnya. Kalau kamu suntuk dibandingin terus, coba tunjukkan kelebihanmu di bidang apa. Biar yang banding-bandingin bisa buka mata lebar-lebar 😀

Pokoke kalau dibandingin gitu, menurut saya sih kuncinya cuma menerima dengan lapang dada dan mengambil dari sisi baiknya. Buang jauh-jauh pikiran negatif. Mungkin sebagian besar orang yang membandingkan itu niatnya baik deh.

Memang sih nulis gampang saja, kenyataannya tak semudah membalikkan telapak tangan. Saya saja masih suka susah ngambil positifnya kalau dibanding-bandingin gitu. Apalagi kalau sensinya kumat. Tapi, namanya hidup. Jangan berhenti belajar dan mencoba. Sekarang gagal, lain kali coba lagi yang baik seperti apa.

#Ngalorngidul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: