“Ortu Harus Bisa Tenangkan Anak Rewel”

Adududu…kalau ada acara jalan-jalan dan ada teman berpesan orangtua (ortu)harus bisa menenangkan anak rewel, bener-bener bikin hati ini mengkeret (pinjam istilah teman). Takutnya rewelnya awet, bisa berabe 😀

  
Itu yang membuat saya memilih di rumah saja jika ada ajakan teman jalan-jalan. Pikiran di kepala, “Nanti kalau anak rewel bagaimana ya.” Nanti ganggu orang nggak ya.” Karena nggak semua orang bisa memahami itulah anak, apalagi yang masih bayi. Komunikasi mereka baru melalui tangisan.

Anak itu tipenya macem-macem. Ada yang anteng, ada yang rewel, ada yang gampang ditenangin, dan ada tantrumnya (marah-marah) pakai lama.

Kalau putri cantik lagi temper tantrum, wah mamanya bingung. Nggak cuma menangis, tapi juga tiduran di lantai sambil menjerit-jerit. Teriakannya melengking gitu pula.

Coba kalau putri cantik ikut jalan-jalan dan dia kelelahan. Mau sesuatu bisa nangis teriak-teriak karena belum bisa ngomong. Teman-teman yang mau happy-happy bisa keganggu 🙁 Wajahnya sh bisa saja biasa, hatinya kan nggak ada yang tahu 😀

Kalau menurut bidanku.com, ada banyak penyebab temper tantrum. Antara lain terhalangnya keinginan anak dalam mendapatkan sesuatu,  ketidakmampuan dalam mengungkapkan keinginan diri anak sehingga anak menuntut ortu untuk memahaminya, perasaan tertekan yang dialami anak sehingga melepaskan stress yang dialaminya, serta kelelahan.

Nggak cuma itu, pola asuh ortu juga bisa menjadi penyebabnya. Orangtua yang memanjakan anak atau sering menolak keinginan anak juga bisa menyebabkan anak temper tantrum.

Temper tantrum biasanya dilakukan anak-anak usia usia 1-4 tahun. Mengatasi anak tantrum juga gampang-gampang susah.

Teorinya sih tantrum itu berlangsung 30 detik hingga 2 menit. Tapi, bisa juga melebihi waktu itu.

Ada beberapa langkah yang bisa orangtua lakukan apabila anaknya mengalami temper tantrum versi bidanku.com

  1. Orangtuanya bersikap tenang saja
  2. Biarkan anak selama tantrum sampai marahnya reda. Ortu kasih peringatan dengan tegas tanpa marah tentang aturan yang sudah disepakati.
  3.  Jangan pukul anak. Orangtua lebih baik memeluk anak sampai tenang
  4. Cari tahu alasan kemarahan anak biar ortu bisa memberikan penjelasan
  5. Jangan menyerah saat anak marah biar anak-anak tak melakukammua lagi saat mau sesuatu
  6. Jangan beri imbalan demi anak berhenti marah
  7. Biasakan berkomunikasi dengan anak dan berikan pujian apabila marahnya sudah selesai.

Kalau anak sudah selesai tantrumnya legaa… Apalagi liat anak sudah mau tertawa. Anak-anak kan begitu, gampang nangis gampang ketawa kalau marahnya udah selesai. Beda sama orang dewasa. Kalau marah bisa berhari-hari dan menangis sampai matanya sembab 😀

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

    %d blogger menyukai ini: