Toilet Sekolah Masihkah Jorok?

Zaman saya masih sekolah di SD ingat betul toilet nggak berwujud toilet. Sekolah negeri sih, cuma toiletnya hancur kayak baru mau dibangun.

 

Ilustrasi Toilet di sekolah (Google.com)
 
Dulu kan sekolahnya nggak selama sekarang. Kelas 1 saja masuk jam 07.00 WIB, pulang jam 10.00 WIB. Jadi aman nggak buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB).

Kalaupun mau pipis, ya Tuhan sampai nutup-nutup hidung. Aromanya itu lho. Mana atapnya bolong-bolong begitu. Pintu hampir ambruk. Sedih hati ini, huhu,..

Suatu kali saya pernah nggak tahan buat BAB, mau ke toilet lagi senam pagi dan toilet jongkoknya nggak memungkinkan banget deh. Kalau nggak salah waktu itu hari Jumat. Masih pagi itu. Saya kecil mah BABnya nggak lancar, bisa seminggu sekali, hihi..

Berhubung nggak tahan, kebayang kan sodara-sodara apa yang terjadi, hahaha… saya langsung ngetop sesekolah dah. Ngetop yany memalukan dah. Sejak saat itu saya nggak mau tahan-tahan BAB. Takut malu lagi.

Kini, saya besar sudah punya anak yang bersekolah. Kakak sudah kelas 1 dan bagaimana toilet di sekolahnya ya? Laporan ibu-ibu sih ada beberapa toilet yang jorok, berbau, dan lampunya mati.

Apa masih zamannya toilet sekolah jorok dan nggak diperhatikan? Sekolah swasta gitu loh. Pastinya perawatan toilet itu nggak murah. Tapi, apa nggak ada cara lain biar toilet terawat dan bersih.

Rumah saja kalau mau dilihat bersih atau tidaknya ya dari toiletnya. Kalau sekolah bagaimana? 

Dari toilet sekolah saya sampai anak yang masih disayangkan adalah toilet guru lebih bersih sedangkan toilet murid menyedihkan. Padahal, Ketua Umum Asosiasi Toilet Indonesia, Naning Adiwoso, di Kompas.com menjelaskan kebersihan toilet murid juga sama pentingnya.

Tapi tentang toilet di sekolah nggak bersih itu ternyata masih ada. Menurutnya, masih banyak toilet yang tidak bersih dan higienis di sekolah dasar hingga tingkat universitas kawasan Jakarta maupun daerah lainnya. 

Nggak cuma itu saja. Toilet guru yang terpisah sama toilet murid juga membuat pengawasan kebersihan kurang. Belum lagi jumlah toilet juga suka kekurangan. 

“Jumlah toilet di sekolah sering kali tidak sebanding dengan jumlah murid. Misalnya, ketika waktu istirahat yang tidak terlalu lama, murid perempuan harus mengantri lebih lama untuk mengakses toilet. Toilet perempuan sebaiknya lebih banyak dibanding laki-laki.”–Kompas.com

Semoga tahun depan semua toilet di sekolah bisa sesuai harapan 🙂

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: