Bahaya Ayah Berbadan Kurus Tapi Perut Buncit 

Para bapake jangan senang dulu kalau perutnya buncit. Berat badan normal tapi perut buncit itu yang perlu diperhatikan. Siapa bilang perut buncit tandanya makmur, yang ada tanda-tanda penyakit gampang hinggap *memangnya burung*

Foto Ilustrasi (Thenaturalhealthy)

Heran, kenapa hampir setiap pria itu habis nikah perutnya duluan yang melendung. Istri hamidun terus berojol, eh perut suami makin maju pula. Hamil pak? 🙂

Orang buncit belum tentu obesitas, tapi orang obesitas pasti buncit. Saya baru baca tentang perut buncit yang mematikan dibandingkan obesitas di situs today.com.

Peneliti Dr. Fransisco Lopez-Jimenez yang juga seorang direktur Preventive Cardiology dari Mayo Clinic menerangkan, orang kurus namun perutnya buncit berisiko lebih tinggi untuk meninggal dibanding mereka yang gemuk. 

Hasil penelitian beliau menunjukkan, pria berbobot normal dengan perut buncit dua kali lebih mungkin meninggal dibandingkan dengan mereka yang mengalami obesitas. 

Sedangkan wanita berberat badan normal tetapi memiliki perut buncit 32 persen lebih mungkin meninggal dibandingkan dengan mereka yang obesitas.

Meninggal itu memang urusan Tuhan, cuma mencegah supaya jauh dari penyakit yang mematikan nggak salah kan. Apa mau pada sakit-sakitan? Sakit itu nggak enak. Sehat itu karunia yang nggak ternilai nikmatnya 🙁

Lopez-Jimenez bilang orang berbobot normal tapi perutnya buncit sama saja dengan merokok setengah bungkus setiap harinya. Wadohhh, makin panas saja ini soal perut buncit.

Tapi kok bisa ya, orang kurus perutnya buncit lebih mematikan dibanding orang obesitas. Dugaannya pak peneliti itu sih katanya lemak di perut itu racun.

Kegemukan di perut itu dikaitkan dengan masalah metabolisme, termasuk gangguan toleransi glukosa, rendahnya tingkal kolesterol HDL, dan meningginya trigliserida pada tubuh.

Terus bagaimana donk ngatasin kalau perut udah buncit? Apalagi kalau bukan olahraga. Coba deh angkat beban atau aerobik. Cara itu juga bisa mencegah lemak menumpuk di perut.

Mau mencegah atau mau sakit? Ayo bergerak sekarang. Sayangi anak-anak dengan menjaga kesehatan. Semangat 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: