Posyandu Sepi

Di daerahmu ada Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)? Tempat saya sih ada, baru setahun lebih usianya. Jadi wajar semua masih butuh proses. Mungkin masih bisa dibilang sepi.

  
Sebenarnya kasihan juga ya nasib Posyandu sepi. Coba ya di kompleks perumahan saya, mungkin hanya berapa kepala yang datang ke Posyandu. Padahal yang punya balita jumlahnya banyak. Berbeda dengan daerah tempat tinggal ibu saya. Kalau Posyandu, beuh sampai ngantre. Banyak ibu-ibu yang membawa balitanya.

Memang di daerah kompleks perumahan saya terbilang banyak yang terpelajar, bekerja, atau bahkan perekonomian menengah ke atas tapi kesadaran ke Posyandu belum begitu tinggi. Berbeda dengan tetangga ibu saya. Meski banyak yang pendidikan rendah mereka begitu menggunakan jasa kesehatan di Posyandu.

Bisa jadi karena lokasi Posyandu di rumah nenek nggak jauh dan udah lama mengudara. Selain itu, rata-rata ibu rumah tangga. Kalau di kompleks saya tinggal, Posyandu letaknya jauh di pojok, bukan di tengah-tengah. Padahal rumahnya jaraknya jauh-jauh karena banyak tanah kosong. Tapi, apa perekonomian berpengaruh?

Jangan bilang karena gratis makanya banyak warga yang datang di Posyandu rumah ibu saya. Memang gratis begitu membantu banyak warga yang ingin mengimunisasi anaknya, selain itu ke Posyandu lebih praktis nggak kayak ke puskesmas atau ke rumah sakit. Tapi apa karena gratis orang berekonomian menengah malu?

Bukan…bukan itu sebabnya. Mungkin lebih kepada keluarga dengan ekonomi menengah ke atas rata-rata orangtuanya bekerja sehingga anak di rumah bersama pengasuh. Jadi semua tergantung pengasuh, kalau pengasuhnya rajin pasti didatangi. Tapi kalau rumah jauh sama lokasi Posyandu, ya mikir juga. Apalagi kalau nggak ada kendaraan.

Saya termasuk yang paling getol bawa anak ke Posyandu. Awal-awal sih getol, lama-lama males juga. Wong tiap bulan cuma nimbang sama ngecek tinggi badan. Pulang bawa bekal. Bosan juga ya. Inilah pemikiran saya yang awam, hehe… Padahal dari cara itu bisa mengetahui ada tidaknya balita yang kekurangan gizi.

Semua makin dibuat males karena cari bidannya saja susah. Mau imunisasi nunggu bidannya sampai lumutan. Kurangnya tenaga medis (kesehatan) membuat satu bidan bisa mengunjungi beberapa lokasi Posyandu. Alhasil, bidan bisa siang banget sampai ke Posyandu atau bahkan tidak bisa datang.

Tahu sendiri donk, anak bayi kan rata-rata masih sering tidurnya. Siang dikit sudah jamnya tidur. Nunggu bidan lama datang akhirnya batal ke Posyandu. Nasib..nasib..

Saya bersyukur di kompleks ini ada Posyandu. Salut sama ibu-ibu yang berjuang menyediakan Posyandu di kompleks.

Semoga maju dan kadernya terus bersemangat dan menambah ilmu. Meski gratis tunjukkan Posyandu bisa memberikan yang terbaik buat bangsa ini *apaseh*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: