Krisis Moral Mengancam

Bejat, sudah seperti itukah moral manusia zaman sekarang? Miris, tapi itu yang terlihat. Makin banyak pemerkosaan yang sadis di Indonesia tercinta. Krisis moral benar-benar mengancam!!

 

Foto Indopos
 
Apa yang ada di benak pelaku. Nafsu kalian sulit dibendung yaa. Lihat saja kasus korban YY yang diperkosa 14 orang. Edan, superedan. Yang terbaru balita 2,5 tahun juga jadi korban perkosaan. Belum lagi ayah kandung yang tega-teganya merenggut kesucian putrinya. Di mana hati nurani pelaku?

KEBIRI!! Itulah tuntutan sebagian besar warga negara Indonesia. Hukuman selama ini tampaknya nggak membuat para pelaku kapok. Perbuatan superpejat seperti itu mana bisa dihukum 10 tahun, 20 tahun, atau seumur hidup. Itu nggak sebanding dengan apa yang dirasakan korban. Apalagi jika korban sampai melayang nyawanya.

Memang, hukuman yang sesungguhnya itu nanti setelah kehidupan berakhir atau di akhirat. Tapi, apa pelaku kejahatan seksual seperti itu nggak bisa dihukum berat semasa hidupnya. 

Tapi, kalau sudah dibuat Perppu Kebiri apa menjamin tak ada lagi kejahatan seksual. Ehm…setidaknya pencegahan. Kalau bisa sih sampai nol kasus.

Saya yang juga seorang ibu jadi ketar ketir. Sebenarnya masalahnya di mana sih? Kenapa makin banyak kejahatan seksual terjadi? Pendidikan agama di sekolah juga udah ada. Apa perlu di sekolah diberikan pendidikan seks. Cuma kan di sini seks selalu dianggap tabu, padahal edukasi seksual itu nggak selalu porno.

Malah yang bahaya ketika anak-anak baru gede yang buta tentang seks tiba-tiba melihat konten dewasa. Mereka jadi penasaran dan kecanduan melihatnya. Ujung-ujungnya ingin coba mempraktikkan. Nah lho..

Memang, pendidikan dari rumah juga perlu. Orangtua bertanggung jawab penuh terhadap anak-anaknya. Kalau di sekolah mereka hanya mendapat 2 jam pelajaran Agama selama seminggu, selebihnya dari rumah.

Tapi bagaimana dengan orang dewasa yang sudah jelas harusnya bisa membedakan baik buruk tetep saja melakukan. 

Nafsunya dibendung, perbanyak ibadah jangan melamum sama lihat yang jorok-jorok aja. Saat setan lewat langsung bangun nggak usah lama-lama keenakan, ambil wudhu bagi yang muslim, dan agama lain bisa melakukan sesuai ajarannya.

Jangan biarkan setan berhasil mumbujuk untuk melakukan kejahatan. Hukuman tak hanya diberikan di dunia lho, ingat ada kehidupan setelah ini yang hukumannya tak terbayangkan.

Kalau sudah melakukan, cap pemerkosa bisa seumur hidup. Pelaku sudah sadar pun cap pemerkosa tetap disandangnya. 

Berpikirlah sebelum berbuat, jangan pendek terus mikirnya. Mau ikutin nafsu porno terus apa untungnya. Kalau situ bisa nahan. Kalau nggak, jangan sampai perempuan-perempuan di sekitar jadi korban. Korban punya masa depan, korban punya cita-cita, dengarkan isi hati korban. Jangan hanya kelakuan bejat pelaku semua kandas bagi korban.

Nafsu hanya menghasilkan kenikmatan sesaat bagi pelaku, tapi yang korban rasakan tahu nggak? Kalian para pelaku jahat dan egois, maunya enaknya saja *elus2 dada elus2 perut*

Benar-benar, kondisi seperti ini bikin para orangtua nggak tenang.. Ya Tuhan, jauhkanlah keluarga kami dari hal-hal seperti itu dan lindungilah kami semua, aamiin..
*tulisanemosional*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: