Sukses Sapih Tanpa Berantem

Akhirnya, setelah enam bulan berjuang berhasil juga menyapih putri cantik. Nggak pakai drama-dramaan, nggak pakai tangis-tangisan, atau pahit-pahitan biar putri cantik nggak doyan. Saya dan putri cantik pun nggak ‘berantem’. Tendem nursing sukses berlangsung 6 bulan.

Senang dong pastinya. Sebulan sebelum putri cantik ulang tahun ke dua yang jatuh pada Juni sudah sukses lepas ASI. Padahal, awal-awal nyoba menyapih itu wuzzzz yang ada putri cantik nangis. Nggak rela dipisah dari ASI mamanya. Sampai-sampai sakit dan saya mengurungkan niat menyapih putri cantik.

Tapi, lama-lama putri cantik bisa lepas ASI di siang hari. Selang beberapa minggu saya coba nggak ASI di malam hari. Memang saya ganti dengan susu UHT. Jadi kalau mau tidur saya kasih UHT sambil menjelaskan putri cantik sudah nggak menyusu lagi dan ASInya sudah dikit. 

Putri cantik mendengarkan tapi entah mengerti atau tidak. Lama kelamaan sepertinya mengerti.

Kata orang menyapih anak itu harus tega, karena anak biasanya rewel kalau lepas dari nenen (baca: menyusui). Tapi, kok saya nggak tega ya, padahal lagi hamidun aka hamil gini masih saja menyusui meski sudah masuk trimester kedua.

Sewaktu mengajarkan tak menyusui di malam hari, putri cantik masih saja suka nangis kejer minta nyusu. Adududu, pertahanan saya lepas terus lihat wajah putri cantik yang memelas.

Apa karena saya lagi hamil ya jadi sensitif. Nggak tega rasanya melepas kebiasaan nenen yang sudah hampir dua tahun.

Dokter sih bilangnya nggak masalah asal nggak kontraksi, tapi tetap harus dilatih sapih. Saya berpikir mau mencoba pakai yang pahit-pahit seperti brotowali. Tapi, ada yang bilang ‘jangan’. Biarkan anak lepas dengan sendirinya, bukan dengan menyakiti hatinya (lebay).

Ternyata menyapih itu harus dengan kesabaran, bukan dengan paksaan. Berikan penjelasan berulang-ulang alasan anak sudah waktunya lepas dari ASI. Ini bukan hal yang mudah karena anak belum paham betul, tapi lama kelamaan anak akan mengerti. 

Pelan-pelan coba kurangi jatah ASInya. Kalau siang pagi nyusu, coba ajak anak agar sibuk main jadinya lupa nyusu. Kalau ngantuk memang karena sudah lelah, bukan disodorin nenen, hehe… Tapi jangan lupa susu tambahan. Saya pakai UHT biar mudah.

Nanti anak akan terbiasa ga nenen siang hari. Nah, yang agak repot itu lepas nenen pada malam hari. Saya saja butuh waktu lama. Setiap saya bilang susunya udah dikit, putri cantik mana mau ngerti. Dia cuma menangis menuntut jatahnya, hehe… Setiap hari dicoba sambil kasih UHT. Akhirnya berhasil. Alhamdulillah..

Buat Mama-mama yang sedang proses menyapih semangat terus. Kuncinya sabar dan nggak menyerah. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: