‘Batalin’ Puasa Tunggu Kentut

Ini benar-benar cara batalin puasa yang bikin tersiksa. Nunggu kentut (maaf) saja sampai 35 jam. Puasanya lama bener melebihi puasa Ramadan.

foto ilustrasi (Dokterdigital.com)

 


Saya mengalaminya saat melahirkan anak ketiga ini. Padahal dua anak sebelumnya yang juga operasi caesar nggak nunggu-nunggu kentut. Dokter hanya meminta  menunggu beberapa jam usai operasi baru boleh minum dan makan. Yang jelas saya happy banget waktu itu karena nggak harus kelaparan.

Nah yang anak ketiga ini perjuangan banget. Sampai memelas minta ke dokter boleh minum sedikit air putih saja. Dan dokternya mengizinkan saya minum sesendok air putih, nggak boleh teh manis, huhuhu…. Teganya..teganya 😀

Coba ya bayangin, karena baru operasi gitu kan agak kedinginan. Pakai baju operasi yang tahu sendiri bahannya kayak apa, terus di dalam ruangan ber-AC, yakin itu pasien nggak masuk angin. Heloooo…mana eyke tipe yang gampang masuk angin, itu perut udah gemuruh banget deh 😀

Dan apesnya, gara-gara minum sesendok air putih itu saya pun disalahkan dokter karena ga kentut-kentut, sementara pasien lain yang operasinya deket waktu ya sudah pada kentut.. Ngook….

Kenapa ya dokter sekarang beda-beda, ada yang ikut pedoman kentut dan ada yang nggak perlu kentut bisa minum meski nunggu beberapa waktu.

Waktu anak pertama saya kaget karena boleh minum setelah beberapa jam gitu, lupa berapa lamapastinya. Pas anak kedua malah lebih cepat lagi, kayaknya nggak lebih dari tiga jam udah boleh minum teh manis.

Apa yang bikin orang habis operasi harus kentut dulu sebelum makan?

Kalau baca detikhealth, operasi itu kan menggunakan  obat bius atau anestesi. Ternyata anastesi itu tidak hanya membuat pasien tertidur dan tidak merasakan apa-apa, tapi juga membuat usus kecil dan besar dari pasien tersebut juga ‘tertidur’. Weleh

Selama operasi usus atau isi perut tertidur dan tidak melakukan gerakan apapun yang melewati sistem pencernaan, maka secara otomatis hal ini menandakan tidak ada gas yang melewatinya.–detikhealth

Dan jika setelah operasi selesai dilakukan dan pasien sudah sadar, maka pasien itu harus buang gas dulu. Kentut itu menandakan bagian isi perut sudah bangun dari tidurnya dan dapat bekerja kembali.

Kalau pasien belum bisa kentut sudah memaksakan diri untuk makan, minum atau keluar dari rumah sakit, yang dikhawatirkan usus belum bekerja normal sehingga bisa terjadi penyumbatan saat makanan tersebut melewati usus.

Tapi, kenapa banyak dokter sekarang yang nggak nunggu kentut sudah boleh makan minum? 

Kalau menurut dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, K-GEH, yang dikutip dari detikhealth, kentut memang dulu dijadikan patokan karena jika pasien pascaoperasi sudah kentut menandakan usus dan saluran cernanya sudah kembali bekerja secara normal, tapi saat ini  kentut tidak dijadikan patokan apakah pasien sudah boleh makan atau belum.

“Sekarang sudah bergantung kepada dokternya. Dokter yang menangani pasien tersebut pasti yang paling memahami kondisinya sehingga boleh atau tidaknya makan dulu bergantung dari keputusan dokter, karena kondisi tiap pasien berbeda-beda, tidak bisa dibuat aturan secara universal,” lanjut dr. Ari.

Nah, jadi semua tergantung dokter. Ehm… Tapi saya kelaparan dan kehausan. Sampai mulut kering, mana sebelum mulai puasa asam lambung naik. Kebayang donk kayak apa tuh perut nahan laparnya, hehehe…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: