Memberi karena Ingin Balasan

Kita pasti pernah memberi kepada seseorang, entah itu benda atau jasa. Tapi, apa yang kita harapkan dengan memberi? Balasan dari orang yang menerima atau pahala dari Tuhan? 

Foto ilustrasi: fountainsdayspa.com

Memberi yang saya maksud tentu memberi yang baik. Memberi makanan, memberi bantuan, memberi kursi untuk ibu hamil saat di bus, dsb. Kalau dalam ajaran agama, memberi itu perbuatan terpuji. Niatnya tulus dan ikhlas. Mau dikasih balasan dari orang yang diberi atau tidak terserah. Yang jelas balasannya tentu pahala.

Lantas, salahkah memberi yang niatnya ingin mendapat balasan dari orang yang menerima? Menurut saya sih sah-sah saja. Tapi, memberinya jadi nggak ikhlas mengharapkan pamrih. 

Kalau memberi yang nggak ikhlas nggak dapat balasan, kapok nggak mau memberi lagi. Terus ngedumel di dalam hati, terus ngomong-ngomong ke orang ‘si itu pelit masa dikasih ini itu nggak dibalas’.  Jadinya dosa apa dapat pahala tuh? Hehe…

Pilih mana, mendapat balasan dari manusia atau dari Tuhan Maha Kuasa? 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: