Harapan Kebaikan, Bully, dan Gunjingan

Apa yang diharapkan seseorang usai berbuat kebaikan, pahala atau balasan kebaikan? Itu semua tergantung keikhlasan seseorang. Tapi Ingat, seribu kebaikan akan kandas dengan satu kejelekan di mata orang lain. Semua kebaikan dalam sekejap tak berbekas, yang tertinggal hanya satu keburukan.

Apa yang diharapkan seseorang dengan membully orang lain? Kesenangan sesaatkah? Ingatlah membully bisa menyakitkan meski tujuan awal hanya lelucon atau kesenangan sesaat. Apabila tak ingin disakiti jangan menyakiti. Jaga lisan dan jarimu. Seringnya saat membully kita tak sadar telah menyakiti tapi saat kita dibully merasa orang lain kejam karena telah membully kita.

Apa yang orang harapkan dari bergunjing? Kepuasan telah menjelekkan atau mengumumkan ke banyak kuping bahwa orang lain lebih buruk dari kita? Semua orang akan merasa dirinya benar saat melakukan kesalahan, dan si pendengar gunjingan tentu tak tahu kisah sebenarnya karena hanya jadi pendengar. Bersikaplah dengan bijak, bukan menuding atau ikut menyalahkan. Mendengar dua sisi lebih baik dibanding mendengar dari satu sisi. Atau lebih baik lagi tak usah mendengarkan kedua pihak.

Apa yang orang harapkan dengan bermusuhan? Agar orang tersakiti atau diri sendiri merasa menang? Apa untungnya permusuhan, bukankah diam tiga hari bikin ibadah tak diterima? Damai lebih mengasikkan dibanding bermusuhan.

Sekian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: