Tipe Tetanggamu Seperti Apa?

Foto Ilustrasi
Tetangga itu saudara terdekat. Kalau perlu bantuan, tetanggalah yang pertama datang. Ada bermacam-macam tipe karakteristik tetangga. Ada yang kekeluargaannya kuat banget, ada yang sendiri-sendiri, dan bahkan ada yang geng-gengan.

Kalau dari lihat sekeliling, mendengar cerita teman, dan yang terpenting pengalaman pribadi, ini beberapa tipe tetangga versi saya:


1. Tetangga kekeluargaan

Hidup di lingkungan tetangga ini kayaknya damai banget ya. Semua tetangganya ramah-ramah, tolong menolong, dan bergotong royong.

Bikin masakan saling antar hanya untuk menyicipi alakadarnya. Salah satu sakit saling menjenguk. Tahun baruan, atau 17Agustusan bikin acara sendiri. Pokoke apik tenan deh tipe ini. Sepertinya warganya bakal betah.

Tapi, namanya kehidupan nggak ada yang sempurna. Pastinya ada yang ‘berbeda’ di antara tetangga yang ramah. Namanya hidup, pasti ada peran antagonisnya.

Tipe kayak gini kayaknya banyak ditemui di pedesaan, di perumahan tipe cluster, perumahan yang isinya nggak terlalu banyak, atau perkampungan biasa.


2. Tipe individual

Ini tetangga yang nggak kenal satu sama lain. Ketemu nggak saling nyapa. Ada undangan nggak pernah datang. Giliran sakit sendiri, nggak ada yang jenguk 😀
Memang sih, terkadang manusia ingin memiliki waktu privasi ketika di rumahnya. Saat di rumah inginnya beristirahat. Tapi, ya tengak tengok kanan kiri bro n sis. Masa iya nggak kenal. Manusia kan makhluk sosial. Nggak kenal makan tak sayang 🙂

Meski tipe individual, biasanya ada satu atau dua atau tiga tetangga yang dekat. Tipe rumah dengan pagar tinggi yang biasanya individual. Tapi perumahan cluster juga ada yang saling tak kenal. Cuma tahu nama cukup, tapi nggak tahu wajah. Atau sebaliknya 🙂


3. Tipe geng

Pasti tahu donk apa itu arti geng. Bikin kelompok sendiri. Ngumpul-ngumpul cantik selalu bersama kelompok itu saja. Biasanya geng ini nggak ngerasa mereka sudah bikin grup sendiri, tapi orang lain melihatnya begitu. Parahnya kalau geng ini ngerasa orang lain ngiri dengan mereka, hehehe…

Sebenarnya ngegeng sih nggak salah ya. Itu semua pilihan orang. Saya juga senang kalau ngumpul bareng orang yang punya selera sama, hihi.. Tapi, sebagai tetangga yang ngegeng tetap harus bisa berbaur.

Kalau salah satu nggak suka atau bermasalah dengan tetangga lainnya ya nggak usahlah satu geng itu ikut-ikutan nggak suka atau berubah sikap.

Ingat, sis or bro sudah berusia. Orang yang tinggal dalam perumahan biasanya sudah berkeluarga. Atau minimal sudah kerja, bukan anak sekolah. Masa iya, satu orang dalam geng nggak suka sama tetangga, eh semua anggota geng ikutan nggak suka.

Berpikir dan bersikaplah normal. Selama kita nggak punya masalah dengan tetangga itu ya ngapain ikut seakan punya masalah. Meski ngegeng harus smart donk. Cerdas otak dan sikap. Betul tidak??

Kok panjang ya, kayak curhat aja, hehe

Kayaknya baru itu. Apa lagi ya? Dari ketiga tipe ini, tipe tetanggamu yang mana? Kalau tetangga saya yang pertama saja deh, hihi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: