Ingatkan dengan Imbauan

Kalau mengingatkan seseorang tentang kebaikan biasanya caranya bagaimana? Tak selamanya perkataan yang niatnya mulia bisa diterima orang lain. Lebih baik mengimbau bukan mengingatkan orang tentang keburukannya.
Bahasanya ribet ya, hehehe… Ya, dalam beberapa minggu ini saya hanya mengamati dan mengalami. Tak selamanya niat baik itu bisa diterima langsung jika penyampaiannya malah menyakitkan
Contohnya kasus yang baru saya alami. Menjadi korban penipuan umroh yang lagi hits, hehe…
Siapasih yang mau ditipu. Kesal, marah, sedih, membuat kita pengen curhat meluapkan perasaan tersebut. Entah di grup aplikasi chat sesama korban atau dengan teman. Tapi, kalau kita curhat ujung-ujungnya jadi membicarakan keburukan si penipu jadilah

mengurangi pahala kita.

Pasti kalau kondisinya seperti ini, ada teman yang mengingatkan “jangan menghujat”, ” jangan suuzon”, dan jangan lain-lainnya.

Jadi harus bagaimana? Ini versi saya.

1. Posisikan diri

Coba berada di posisi korban, kira-kira sedih nggak dinasihatin seperti itu?

Digurui dengan kata jangan atau kamu salah atau salah sendiri ngelakuin itu.

Kita yang tidak berada di posisi korban pasti bilangnya ya kenyataan nya seperti itu, kita berdosa kalau mengeluh dan menyalahkan pelaku. Tapi bagaimana perasaan terdalam korban. Sudah sedih, disalahkan pula. Makin merasa untuk apa cerita, kalau jadinya disalahkan.
Memang tempat curhat terbaik langsung berdoa dan kepada Sang Pencipta. Tapi, ada kalanya seseorang butuh cerita ke teman yang harapannya mendapat dukungan, bukannya disalahkan 😁😁

2. Semua orang tak sama

Tiap orang itu berbeda. Rambut boleh sama hitam tapi dalamnya hati orang siapa tahu. Ada yang baper, ada yang cuek, ada yang emosian. Kita yang dicurhati juga berhati-hati saat menanggapi.

Lihat kasusnya, dalem banget nggak. Kalau kasusnya lumayan berat, cobalah untuk tidak menyalahkan. Ingatkan dengan ajakan atau imbauan. Misalnya Yuk kita perbanyak berdoa, Yuk pelan-pelan kita belajar ikhlas. Bukannya menggurui seperti Jangan menghujat, jangan mengejek, jangan suuzon.

Jadi, jangan sama ratakan semua orang. Kita belum tentu sama dengan orang lain. Kita bisa menerima ajakan yang menggurui, tapi belum tentu orang lain.

Berhati-hatilah dalam menanggapi curhatan teman yang kena musibah, jangan sampai menambah sakit hati orang lain 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: