MamaBocah

Percaya Nggak, Susah Hamil karena Takut?

image
Rezeki, umur, dan jodoh itu sudah ditentukan Yang Maha Kuasa. Termasuk juga soal buah hati. Kalau ada yang ngomong orang susah hamil karena takut, percaya nggak?

Alhamdulillah keluarga kami dikaruniai anak sulung laki-laki yang ganteng dan soleh. Setelah kelahiran pertama itu sih saya inginnya anak kedua jaraknya minimal tiga tahun. Tapi, setelah tiga tahun menanti masih juga kosong. Udah cemas aja tuh, maklum usia terus bertambah. Kata orang, semakin senior usia semakin mudah lelah.

Saya memiliki seorang teman yang hipnoterapis. Saya ceritalah kalau kami menanti kehadiran anak kedua. Tapi sudah empat tahun masih belum ada tanda-tanda.

Terus dia ajak ngobrol dan sempat saya melontarkan sebenarnya saya takut juga apa sanggup kami dari segi biaya. Mengingat biaya hidup semakin mahal.

Mendengar jawaban saya itu, si teman berkata pikiran bawah sadar saya tanpa disadari merekam ketakutan itu sehingga tak kunjung hamil. Saya lupa persis perkataannya, tapi intinya hampir seperti itu.

Dulu saya pernah ngobrol sama hipnoterapis lainnya, memang pikiran bawah sadar itu sebanyak 90 persen mengendalikan tubuh

Pernah dengar hipnoterapi klinis? Ini bukan hipnotis yang pakai ilmu gendam ya. Hipnoterapis inilah itu yang mencari masalah dari pikiran bawah sadar saya.

Hipnoterapis klinis di Indonesia memang belum terlalu booming. Sebenarnya hipnoterapi klinis lebih kepada membantu klien mencari akar permasalahan lewat pikiran bawah sadar. Si terapis akan berusaha menerapi dengan masuk ke alam bawah sadar untuk mencari akar masalah.

Waktu saya curhat soal hamil itu, memang saya dalam keadaan ngobrol santai, bukan memejamkan mata. Dia sih katanya berusaha membuka mental block di pikiran bawah sadar saya.

Kalau dari doktersehat.com, dominasi pikiran bawah sadar inilah yang dapat menyebabkan phobia atau trauma. Nah ketika orang mengalami reaksi negatif maka terjadi mental block dalam diri seseorang.

Mental block didefinisikan sebagai hambatan pikiran bawah sadar yang akan mengeksekusi apa yang telah dilakukan oleh pikiran bawah sadar. Mental block inilah yang akan menghambat mental atau secara psikologis akan menyelubungi pikiran seseorang karena kejadian masa lalu atau pengalaman hidup yang tidak menyenangkan atau mengalami sebuah kekeliruan mengenai cara pandang.

“Jadi pikiran sadar yang bertugas untuk berpikir secara rasional dengan melakukan analisis, perencanaan secara cermat, membuat keputusan, dan mengarahkan kemauan dapat terhalang oleh mental block yang dilakukan oleh pikiran bawah sadar.”

Lanjut ke cerita hamil, hehe.. Setelah curhat gitu, entah kebetulan atau tidak, selang beberapa bulan saya hamil. Alhamdulillah..

Si teman berpesan, hati-hati berkata-kata dalam diri. Takut nggak bisa membiayai anak atau ngomong kapok punya anak bisa terekam di pikiran bawah sadar. Nanti kalau sudah terjadi mental block, maka bisa menghalangi seseorang mencapai keinginannya.

Anda percaya? Semua tergantung pendapat masing-masing. Kalau saya sendiri masih bingung juga jawabnya, hehehe..

Exit mobile version