MamaBocah

Ini yang Terjadi di Tubuh Jika Stop Makan Daging

Siapa yang suka makan daging merah? Mending mana, makan hati apa makan daging? Makan hati bisa bikin kurus, kalau makan daging bikin badan bengkak alias gemuk. Eh, salah ya? 😀 

Foto: Lancastria.net

Kalau saya sih masih pemakan daging, maunya nyoba jadi vegetarian tapi belum pernah nyoba, hihi..

Dlu saya pernah baca artikel di MedicalDaily, kalau kita bisa setop makan daging merah, ini yang bakal terjadi di tubuh kita. 

Mengonsumsi sedikit daging dan memperbanyak buah dan sayuran saja bisa mengurangi beberapa juta kematian per tahunnya pada 2050. 

Menurut penelitian, individu yang menerapkan diet nabati seringnya mengalami penurunan kadar kolesterol darah hingga 35 persen. Wow!

Penelitian menunjukkan diabetes tipe 2 terjadi jika mengkonsumsi banyak protein hewani, terutama daging merah dan daging olahan. Dan omnivora yang makan daging sekali seminggu atau lebih, selama 17 tahun berisiko 74 persen lebih tinggi terkena diabetes. 

Secara keseluruhan, omnivora berisiko dua kali lipat terkena diabetes dibandingkan dengan vegan, bahkan dalam perhitungan berat badan.

Adududu… saya kan kalau makan daging suka semingguan. Mama saya buatin rendang atau dendeng bisa awet lama. Ya sampai habis makan itu terus sehari-hari. 

Jadi diabetes nggak cuma kebanyakan mengonsumsi karbohidrat atau gula ya. Daging pun bisa memicu? Mulai buat rencana kurangi daging 🙁

Nggak makan daging tak perlu takut kelaparan. Ada banyak makanan ringan yang bisa menggantikannya. Kacang tinggi kalori, bisa dicoba. Makanan ini tidak menyebabkan kenaikan berat badan.

Memang, setop daging seumur hidup mungkin sulit dilakukan, tapi jika belum siap berkomitmen sepenuhnya cobalah tidak makan daging sekali atau dua kali per minggunya.

Exit mobile version