MamaBocah

Melihat Buah Hati Belajar Duduk

Teman pernah bertanya, “Dulu Abie tengkurep umur berapa”, atau “Abie tumbuh gigi umur berapa”. Pas menjawab, saya pasti ada jedanya dulu sambil berpikir “Umur berapa ya”. Kalau begini jawabannya pasti mengira-ngira. Nggak cuma kakak Abie, adiknya saja yang sekarang umur 9 bulan saya suka lupa pas ditanya “Nayla tengkurap umur berapa”, “Kepalanya tegak umur berapa”.

Saya sebenarnya malu, masa perkembangan anak lupa. Pas kakaknya, yang saya ingat umur dia bisa berjalan. Itu benar-benar kerekam di otak. Selebihnya? Menerka-nerka. Karena itulah, mulai saat ini saya ingin merekamnya dalam tulisan, tapi yang terdekat saja.

Saya suka khawatir kalau lihat anak teman kok sudah bisa duduk tapi anak saya belum. Semua orang selalu bilang, perkembangan anak itu beda-beda. Nayla, baru bisa duduk itu usia 8 bulan ke atas. Sekarang ketika usianya 9 bulan sudah mulai belajar merangkak dan jongkok.

Untuk yang awal-awal saya tidak begitu ingat. Yang jelas, Nay bisa tengkurap itu umur 4-5 bulan. Kepala tegak ya sekitar segitu lah, hehe…

Tapi, jangan seperti saya waktu anak pertama. Saking tenangnya banyak yang bilang, perkembangan anak beda-beda akhirnya saya santai. Cemasnya baru setelah anak usia 14 bulan.

Situs BabyCenter menuliskan waktu-waktu inilah sebaiknya orangtua lebih jeli. Jika bayi belum bisa menahan kepalanya pada saat berusia sekitar 4 bulan dan belum mulai belajar untuk menopang dirinya di lengannya tak lama setelah itu atau tidak dapat duduk di usia 9 bulan, itulah waktunya orangtua berbicara dengan dokter.

Perkembangan keterampilan bayi itu memang berbeda-beda. Ada yang lebih cepat dibanding yang lain, tetapi kontrol kepala sangat penting untuk duduk secara independen, dan duduk adalah kunci untuk merangkak, berdiri, dan belajar berjalan.

Belajar Duduk

Bayi belajar duduk sendiri itu pasti senang banget. Kondisi ini terjadi setelah punggung dan leher otot-ototnya cukup kuat untuk menahannya tegak dan dia tahu di mana harus menempatkan kakinya sehingga dia tidak akan roboh. Setelah duduk, tinggal menunggu waktu bayi belajar merangkak, berdiri, dan berjalan.

Kapan waktunya?

1. Kepala tegak

Bayi belajar duduk sendiri antara usia 4-7 bulan. Pada waktu yang sama bayi belajar berguling dan menegakkan kepalanya.

Kebanyakan bayi bisa duduk dengan baik selama beberapa menit tanpa dukungan itu saat mereka berusia 8 bulan. (Bahkan bayi yang sudah menguasai duduk akan roboh juga pada akhirnya karena sering kali mereka kehilangan minat untuk duduk tegak.)

Meski orangtua bisa menopang bayi dalam posisi duduk sejak hari pertama, orangtua baru bisa melatih duduk sendiri ketika kepala sudah tegak. Saya masih kemakan omongan orangtua, kalau dipaksa duduk nanti kepalanya jenong. Padahal, bayi bisa dilatih duduk sendiri jika kepalanya sudah bisa dikontrol, yakni sekitar usia 4 bulan. Saat itu otot leher dan kepala bayi berkembang cepat, dan dia akan belajar untuk menaikkan dan menegakkan kepalanya saat dia berbaring tengkurap.

2. Duduk sejenak

Pada usia 5 bulan bayi Anda mungkin bisa duduk sejenak tanpa bantuan, meskipun orang dewasa harus ada di dekatnya untuk memberikan dukungan dan mengelilinginya dengan bantal untuk meredam bayi roboh.

3. Duduk tanpa dukungan

Pada usia 7 bulan, bayi mungkin bisa duduk tanpa didukung (yang akan membebaskan tangannya untuk menjelajahi), dan dia akan belajar bagaimana mencapai objek yang diinginkan sambil duduk.

Pada titik ini ia bahkan mungkin bisa dari posisi perut ke dalam posisi duduk dengan mendorong lengannya.

4. Duduk sempurna

Pada saat berusia 8 bulan, bayi kemungkinan besar akan duduk dengan baik tanpa dukungan.

Pada usia 6-7 bulan, bayi sudah mengerti bergerak maju (atau mundur) dengan merangkak dan menguasai merangkak sekitar usia 10 bulan.

Alhamdulillah, akhirnya perkembangan baby Nay lancar. Sudah deg-degan karena pengalaman anak pertama yang mendebarkan. Pas lihat Nay belajar merangkak, agak-agak terharu. Sehat terus ya Nay :-*

Dok. Pribadi

Exit mobile version