MamaBocah

Yang Harus Dilakukan Teman Curhat

Lagi bermasalah sama teman atau tetangga? Terus punya teman curhat yang setia mendengar keluhan dan cerita kita? Kalau jadi teman curhat tetap netral ya, apalagi kalau yang bermusuhan itu sama-sama teman kita.

Foto Ilustrasi: Motherscircle.net

Postingan sebelumnya saya pernah bercerita bagaimana mencari teman untuk mencurahman hati (curhat). Tapi, kali ini saya mau membahas dari orang yang dicurhati. Sebenarnya jadi tempat curhat susah-susah gampang. Kalau kita nggak nggak bisa netral, kita malah ikut-ikutan kesal dengan orang yang dimusuhi teman kita.

Apa sih yang harus kita lakukan kalau dicurhati teman? Ini hanya dari pengalaman pribadi ya. Saya juga suka bingung kalau dicurhati teman. Kalau kita salah ngomong nanti nyakiti atau malah jadi kompor. Tapi seringnya malah mengompori. Bener ini jangan ditiru, nggak bagus 😀


1. Lihat Mood

Kalau mendengarkan curhatan teman, lihat mood. Kalau kamu lagi nggak mood, mending nggak usah dulu. Nanti yang ada kamu nggak bisa netral. Ingat, mendengarkan curhatan itu juga butuh tenaga dan pikiran. Kalau kamu merasa sedang suntuk dan jenuh, nanti malah ikut-ikutan emosi. Nanti malah merasa kayak tempat sampah yang sudah penuh dengan curhatan.


2. Jadilah pendengar

Kalau teman curhat, berusaha mendengarkan uneg-uneg teman. Dengarkan sampai selesai, jangan potong di tengah jalan. Nanti jalan ceritanya bisa beda. Biarkan teman meluapkan semua emosinya sampai tuntas.


3. Kenali tipe temanmu

Teman kamu itu tipe seperti apa? Suka baperan, emosian, apa terbuka (open minded)? Kalau baperan, hati-hati jika berbicara dengannya. Jangan menjadi orang yang sok tahu atau menyalahkannya, nanti kamu malah bikin dia makin baper. Berbicara dengan diplomatis kalau kamu anggap memang dia yang salah. Pokoke susun bahasa dengan baik dan benar, jangan nyakitin, hihi..

Beda sama teman yang pendendam. Wah, dia paling suka kalau kamu membelanya tapi kalau kamu menyalahkannya… habis dan tamat pertemananmu. Dia nggak akan curhat lagi sama kamu karena merasa kamu nggak bisa membelanya. Nggak masalah juga sih kalau nggak dicurhatin dia lagi, mendengar curhatan itu kan suka bikin bingung.
Kalau temanmu terbuka pikirannya, ini yang paling enak. Kita ngomong apapun dia nggak masalah. Baginya pendapat kita berharga. Dia udah ngomong aja udah plong, apalagi kalau dikasih masukan.


4. Jangan menuding

Mana ada teman yang senang disalahkan disaat kondisi kesal. Tapi, beda-beda sikap orang saat disalahkan. Biasanya, saat kesal kita bakal punya benteng pertahanan diri dan menganggap kitalah yang benar, orang lain yang salah. Eaaaa… tapi nggak semua dink. Ada yang malah merasa salah besar.

Jadi kalau kamu yang dicurhati sukanya menuding, kasihan kan teman kita yang baper lagi kesal dan sedih malah makin merasa bersalah. Kalau teman kita yang selalu merasa benar, terus kita salahkan, yang ada kamu bakal punya musuh baru, hehe… Beda lagi teman yang open minded, dia terima semua omongan dari kamu, meski kamu menuding dia yang salah. Tanggapan dia juga enak, kalau nggak suka bukannya misuh atau jadi musuh, hehe..


5. Harus netral

Ini PENTING!!! Jadi orang yang dicurhati itu jangan berat sebelah. Harus netral dan bersikap dewasa. Coba kalau kedua belah pihak yang bermasalah teman kita, terus kita yang dicurhati berat sebelah, pasti ketahuan banget membelanya.

Kalau kita dicurhati, kan masing-masing pihak merasa benar. Si A cerita versi dia, si B cerita versi dia juga. Padahal yang ngalami mereka, jadi tergantung bumbu cerita yang banyak siapa, hihi.. kalau kamu nggak netral, kamu pasti memperlihatkan sikap berbeda sama teman yang dianggap salah.

Tunjukan sikap kamu nggak berubah dan nggak berbeda dengan keduanya. Karena keduanya temanmu. Kamu boleh saja mendengarkan cerita si B dari si A, tapi jangan sampai cerita itu membuatmu ikut membenci si B. Siapa yang bermasalah siapa yang ikut-ikutan?

Kalau kamu ingin mendamaikan keduanya, jangan sok bijak. Dengarkan kedua belah pihak, ingat NETRAL. Si A pasti inginnya kamu membelanya, tapi jangan membuat kamu malah menyalahkan si B. Kalau kamu menganggap si A salah, ya katakan sebenarnya.

Sama halnya apabila kamu hanya dekat si A, tapi jauh dari si B. Kamu pasti hanya mendengar dari satu sisi kan? Tetap netral, jangan ikut-ikutan bermasalah. Kan kamu belum tahu pembelaan dari si B, hihi..
Curahkan kekesalan ke teman, suami, saudara, atau siapapun yang membuatmu nyaman dan lega. Jangan sampai masalah berlangsung selamanya. Berdamai itu lebih indah dibanding bermusuhan 🙂 

Jadilah pendengar yang baik dan pemberi solusi, bukan penambah masalah 🙂

Exit mobile version