Site icon MamaBocah

Aku di Tahun 2026

Tahun sudah berganti, tapi rasanya pencapaianku di 2025 tak banyak berubah.
Aku masih versi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.


Jualan roti belum maksimal.
Menjadi kontributor masih seadanya.
Dan kami masih berjuang menjaga kesehatan keluarga, yang ternyata menyita energi, pikiran, dan perasaan lebih besar dari yang sering terlihat


Kalau ditanya, “Apa saja pencapaianmu tahun ini?” Jujur aku sering bingung menjawabnya. Yang pasti aku ingin keluargaku & kedua ibuku selalu sehat.


Lalu bagaimana dengan 2026?

Resolusi & belajar cuek?


Aku mungkin termasuk orang yang nggak terlalu suka bikin resolusi.
Bagiku hidup tetap berjalan dengan atau tanpa daftar target.

Kadang resolusi memang bikin semangat, tapi sering juga cuma jadi beban baru. Jadi, aku memilih realistis saja.


Namun ada satu hal yang ingin kupelajari pelan-pelan di 2026, belajar cuek.

Bukan cuek yang dingin.
Bukan cuek yang acuh tak acuh.
Tapi cuek yang punya batas.

 

Kekecewaan berawal dari harapan

Tahun 2025, aku sering berharap orang lain sadar. Aku ingin orang-orang lebih peduli pada kesehatan, pada risiko, pada dampak ke sesama. Aku pikir, kalau diingatkan, diajak, dan dijelaskan, semuanya akan berubah.
Ternyata tidak.

Harapan itu justru sering kembali padaku dalam bentuk kecewa, lelah, bahkan luka. Aku belajar dengan cara yang agak pahit, tidak semua orang ingin diselamatkan, dan itu bukan tugasku.


Pelan-pelan aku paham, ada pesan yang terus berulang kudengar (dan sering diingatkan juga ke diriku sendiri).

Mempersempil lingkar peduliku


Aku bertanggung jawab atas niat dan tindakanku, bukan atas kesadaran orang lain.


Lingkar peduliku tidak harus seluas dunia.
Keluargaku adalah amanah utamaku, selebihnya biarlah menjadi urusan Tuhan.


Di 2026, aku ingin lebih fokus menjaga yang ada di dalam lingkaranku yakni keluarga, kesehatan, dan diriku sendiri.


Orang lain tetap kudoakan, tetap kuhormati, tapi tidak lagi kupikul.


Menjaga jarak bukan berarti membenci.
Berhenti berharap bukan berarti menyerah.
Kadang itu hanya tanda bahwa kita sedang memilih untuk tetap waras.


Mungkin 2026 tidak akan terlihat spektakuler dari luar. Tapi kalau aku bisa lebih tenang, lebih jujur pada batas diri, dan tidak lagi lelah karena berharap berlebihan, itu sudah cukup bagiku.


Karena hidup bukan soal berubah jadi versi baru setiap tahun. Kadang cukup bertahan tanpa kehilangan diri sendiri.


Exit mobile version