Lelah, Saat Kepedulian Kesehatan Masyarakat Mulai Hilang

Lelah…

Mungkin itu kata yang paling menggambarkan perasaanku selama lima tahun terakhir sejak pandemi datang.

Kadang aku merasa, mencari orang yang benar-benar peduli pada kesehatan sekitar itu sulit sekali. Seperti mencari duri dalam jerami.

Bukan karena orang jahat. Tapi karena banyak yang sudah terlalu lelah, terlalu sibuk bertahan hidup, sampai rasa waspada pun perlahan hilang.

Padahal penularan penyakit di sekitar kita sebenarnya belum pernah benar-benar selesai.

Di sekolah masih ada yang sakit tapi tetap masuk. Di kantor juga begitu. Orang batuk dianggap biasa. Demam dianggap sepele. Yang penting masih bisa kerja.

Sekarang, muncul lagi pembahasan tentang hantavirus strain Andes. Ini memang bukan virus baru. Tapi varian Andes cukup membuat banyak ahli waspada karena diketahui bisa menular antar manusia.

Dan jujur saja, setelah melihat bagaimana masyarakat menghadapi Covid kemarin, kadang aku takut bukan hanya pada virusnya… tapi pada sikap manusianya.

Karena sekarang banyak orang merasa, selama tidak separah Covid, berarti aman.

Padahal kita sudah belajar bahwa dampak wabah tidak selalu terlihat langsung. Ada yang tubuhnya tidak benar-benar pulih. Ada yang ekonomi keluarganya runtuh. Ada anak yang kehilangan masa belajar penting. Ada orang-orang yang sampai hari ini hidup dengan kecemasan kesehatan.

Sayangnya, setelah pandemi lewat, banyak hal justru terasa makin berat.

Kehidupan yang menyesakkan

Biaya hidup naik terus. Pendidikan semakin mahal. Kerja keras rasanya belum tentu cukup membuat hidup tenang.

Suamiku bekerja bertahun-tahun, tapi keadaan ekonomi tetap terasa sulit berkembang. Kadang aku hanya bisa diam memikirkan masa depan.

Kalau sekarang saja sudah sesak begini, nanti bagaimana?

Jujur, belakangan ini hidup terasa menyesakkan dada.

Bukan cuma karena ancaman penyakit, tapi karena rakyat kecil seperti dipaksa kuat terus setiap hari.

Harus tetap kerja meski lelah. Harus tetap tenang meski cemas. Harus tetap bertahan meski keadaan makin berat.

Aku tahu pemerintah tidak bisa menyenangkan semua orang. Tapi sebagai rakyat biasa, rasanya wajar kalau kami ingin merasa benar-benar diperhatikan.

Kesehatan publik seharusnya penting. Pendidikan seharusnya terjangkau. Dan hidup layak seharusnya tidak terasa sejauh itu untuk dicapai.

Kadang orang hanya ingin hidup tenang. Tidak kaya raya pun tidak apa-apa. Asal tidak terus hidup dalam rasa takut dan lelah.

Semoga keadaan membaik. Dan semoga kepedulian tidak ikut hilang di tengah dunia yang makin sibuk untuk bertahan hidup 😊