Ketika Alam Berbicara, Kita Mau Mendengar atau Tidak?

Manusia berduka. Beberapa wilayah kembali mengalami musibah. Lihatlah Sumatra—banjir di mana-mana, rumah terendam, anggota keluarga terpisah hingga harus saling mencari. Lalu muncul satu pertanyaan besar: alam yang salah, atau kita yang kurang peka?

Ilustrasi

Bencana mungkin urusan takdir. Tapi kalau manusianya ikut ‘nyumbang’ kerusakan, masa iya masih mau bilang, ‘ya sudahlah, takdir’? Kayak nyalahin hujan padahal kita sendiri yang buang sampah ke selokan.

Kita seakan gagal menjaga alam. Jangankan bumi yang luas, menjaga diri sendiri saja kadang masih sulit. Mulai dari hal-hal sederhana seperti buang sampah pada tempatnya, mengurangi plastik, atau nggak menebang pohon sembarangan. Tapi kenyataannya, untuk skala kecil pun kita masih sering kalah sama rasa malas dan alasan yang “nanti aja”.

Bahkan kalau soal kesehatan diri sendiri — yang manfaatnya langsung kita rasakan — kita masih sering keteteran. Kita tahu harus istirahat cukup, tapi tetap begadang. Kita paham pentingnya makan bergizi, tapi tetap pilih yang cepat dan enak. Kita sadar perlu gerak, tapi ya… rebahan sering menang telak.

Kalau urusan menjaga tubuh sendiri saja masih sering bocor, bagaimana kita bisa berharap untuk konsisten menjaga alam yang begitu luas dan kompleks?

Dan jujur saja, saya sebenarnya tak ingin menyalahkan orang-orang di atas. Walau… ya, dongkol itu manusiawi. Siapa yang suka melihat alam dirusak. Dan itu dilakukan  demi apa? Uang? Proyek yang kita pun tak pernah betul-betul punya suara atasnya?


Berapa banyak korbannya—manusia, hewan, tanaman? Semua ikut menanggung akibat dari keputusan yang tidak pernah mereka buat.

Kalau sudah begitu, bagaimana alam nggak “mengamuk”? Dia hanya merespons apa yang kita lakukan. Dan seperti manusia, kalau sudah terlalu lama ditahan, ya akhirnya meluap juga.

Mungkin ini waktunya kita berhenti sibuk saling menunjuk. Mulai dari diri sendiri dulu, baru pelan-pelan memperbaiki yang lebih besar.

Merawat tubuh, merawat pikiran, merawat lingkungan sekitar. Karena merawat bumi itu sebenarnya bukan hal besar… tapi kumpulan dari pilihan-pilihan kecil yang kita lakukan setiap hari.

Pelan-pelan aja, tapi mulai 😉