Pengalaman Menunggu Biopsi Anak, Tips Menghadapi Proses Asuransi & Persiapan Mental
Kadang aku bertanya-tanya, apa iya asuransi kesehatan sekarang memang dipersulit? Prosesnya terasa ribet, panjang, dan bikin hati nggak tenang.
Kisahku Guruku
Kadang aku bertanya-tanya, apa iya asuransi kesehatan sekarang memang dipersulit? Prosesnya terasa ribet, panjang, dan bikin hati nggak tenang.
Siapa yang pernah tahu badannya lagi sakit, tapi tetap maksa olahraga?Kepercayaan yang beredar selama ini bilang: olahraga saat sakit bikin cepat sembuh. Padahal, itu mitos. Dan sayangnya, bisa berbahaya. Entah siapa dulu yang menyebarkan keyakinan itu. Tapi faktanya, banyak orang melakukannya.Termasuk aku.
Apa yang kamu harapkan saat berobat ke rumah sakit? Sembuh… atau malah pulang bawa penyakit baru? Pertanyaan sederhana, ke rumah sakit, pakai masker atau tanpa masker?
Penyesalan apa yang kamu rasakan belakangan ini? Sejujurnya aku sendiri masih bingung menyebut ini penyesalan terbesar atau bukan. Tapi akhir-akhir ini, memindahkan anak dari sekolah online ke sekolah offline sering membuat dadaku terasa agak sesak.
Sebagai seorang ibu, memiliki pekerjaan lepas tanpa terikat waktu itu memang impian banget, ya. Bisa dapat penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan anak di rumah.
Bernapas adalah hal yang kita lakukan ribuan kali sehari. Tanpa sadar, tanpa jeda, dan tanpa pernah menghitungnya. Padahal, udara yang masuk ke paru-paru terasa pasti ada. Gratis, otomatis, dan tak mungkin hilang kecuali kehidupan berakhir. Hingga suatu hari, napas terasa berat. Pendek dan tersendat. Baru kita sadar, udara adalah nikmat yang sangat mahal.
Aku lagi menunggu panggilan dokter, sambil scroll berita. Eh, kok nggak nemu yang bagus-bagus ya? Di situasi negara kayak sekarang, kamu tim mana, supersabar atau emosian?
Setiap sekolah punya cara berbeda untuk antre pembagian raport. Dulu, saat anak sulung saya masih SD, sistemnya sederhana: ambil nomor di depan kelas, lalu duduk nunggu dipanggil. Tenang dan nggak ribet. Masuk SMP, sistemnya berubah. Nggak ada nomor, nggak ada absensi. Orang tua murid (OTM) datang harus mengingat siapa yang lebih dulu datang. Lumayan peer, […]
Aku sering merasa bersalah saat menulis soal sampah. Karena di rumahku sendiri pun, aku masih sering menyerah.
Mencuci kembali sampah itu butuh waktu, tenaga, dan konsistensi—dan jujur, tidak selalu sanggup.
Ada masa ketika kita berpikir pandemi sudah selesai. Masker dilepas, aktivitas kembali normal. Hidup terasa seperti dulu. Tapi banyak orang merasakan satu hal yang mengganjal: kenapa mental rasanya lebih rapuh? Kenapa berita buruk atau ketidakadilan cepat sekali melelahkan?