Aku sadar, aku sempat salah langkah.
Waktu awal pandemi, lebih sering di rumah dan lebih sering scroll media sosial. Lihat kucing lucu-lucu, kok jadi kepengen punya.
Gemas, menghibur, kelihatannya sederhana.
Dulu, waktu masih kecil, aku memang pernah pelihara kucing. Tapi sejak menikah, aku belum pernah benar-benar berani. Entah kenapa, waktu itu rasanya yakin.
Aku mulai mikir soal biaya bulanan. Aku tanya ke teman yang menawarkan kucing. Ternyata aku salah tanya. Dia sendiri nggak pelihara kucing, yang pelihara itu adiknya. Katanya paling sekitar lima ratus ribu sebulan.
Di kepalaku, “oh, masih masuk.”
Ternyata tidak segitu juga.
Dan memang lebih.
Dulu aku masih bisa nabung sedikit-sedikit. Sejak itu tidak bisa sama sekali. Tabungan yang ada pelan-pelan tergerus.
Apa ini salah kucing?
Tentu tidak.
Ini salahku, karena terlalu percaya dan terlalu ngebet pengen punya.
Dari sini aku belajar, sebelum memutuskan memelihara binatang, pikirkan matang-matang. Jangan cuma percaya satu orang. Apalagi kalau orang itu sebenarnya tidak pelihara.
Kalau sudah terlanjur memelihara, rasanya juga tidak mungkin melepas. Kasihan. Ini sudah jadi tanggung jawabku.
Doaku sederhana. Semoga rezeki kami selalu mengalir. Kalau pun tersendat sedikit, semoga tetap ada dan selalu dicukupkan.
Aamiin.