Jangan Hukum Anak karena Pilihan Kesehatannya

Jujur, ini POV-ku ya. Ada rasa sesak yang tertinggal setelah melihat bagaimana sebuah sistem penilaian bekerja belakangan ini. Khususnya, saat aku melihat anak-anak seolah “dihukum” secara nilai hanya karena mereka (dan kita sebagai orang tuanya) memilih untuk tetap bertanggung jawab menjaga kesehatan.

Kenapa ya, di tengah keramaian, pilihan untuk tetap bermasker malah dipandang sebelah mata?

Padahal bagi aku, memakai masker bukan sekadar kain penutup mulut. Itu adalah bentuk:

  • Kecerdasan emosional: Anak belajar teguh pada prinsip meski lingkungannya abai.
  • Empati yang nyata: Bentuk kepedulian untuk menjaga keselamatan orang lain di sekitar kita.


Rasanya aneh kalau kita masih terjebak pada standar estetika lama. Bukankah kreativitas yang hebat adalah kemampuan beradaptasi dengan keterbatasan?

Di era #NewNormal yang sebenarnya, integrasi prokes ke dalam sebuah karya atau penampilan seharusnya justru dianggap sebagai nilai tambah, bukan pengurang angka.

Mari berhenti mendiskriminasi pilihan prokes dalam sebuah pencapaian. Jangan sampai anak-anak kita merasa bahwa kepedulian mereka terhadap kesehatan adalah penghalang bagi prestasi mereka.

Dunia sudah berubah. Sudah saatnya standar “indah” kita juga ikut berubah.