Bertambahnya Kepintaran Putri Cantik
Lama tak mengetik cantik tentang putri cantik. Sekarang di usianya yang ke 11 bulan, sudah semakin banyak kepintarannya. Salah satunya, sudah jago naik tangga meski belum belajar turunnya.
Kisahku Guruku
Lama tak mengetik cantik tentang putri cantik. Sekarang di usianya yang ke 11 bulan, sudah semakin banyak kepintarannya. Salah satunya, sudah jago naik tangga meski belum belajar turunnya.
Sabtu ini hari pertama kami ikut pertemuan orangtua murid di SD baru kakak. Yah, tentu banyak pesan-pesan yang kami dapat dari sekolah. Selain itu, ada sesi konsultasi hasil psikotes anak dan dari situ saya tahu bagaimana cara belajar anak kinestetik seperti kakak.
Meski rumah sendiri, pernah nggak ngerasa takut. Pesan nenek sih jangan takut, banyakin doa saja.. mumpung masih pagi ini ngetik yang rada-rada bikin merinding horor.
Pernah merasakan kehilangan KTP (Kartu Tanda Penduduk? Aduh, kalau hilang rasanya bagaimana gitu. Kebayang ngurusnya repot. Tapi, kalau nggak diurus lebih repot lagi. Kalau punya SIM sih mending.
Sebenarnya saya sadar, konten ini terlalu dewasa. Tapi, sudah terketik dan tak terpakai jadi masukin blog saja. Moga bisa untuk tambah-tambah pengetahuan. Ini lebih kepada pengenalan tubuh wanita. Bahasanya sudah saya poles agar lulus sensor (versi saya) 😀 PERINGATAN KONTEN DEWASA!
Siapa bilang putra putri Indonesia itu kalah bersaing sama orang luar? Banyak penemuan-penemuan alat yang berguna tapi nggak diekspose saja. Ini buktinya, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sudah menciptakan alat untuk membantu mengatasi masalah sampah. Sejuta jempol buat kalian anak hebat, prok..prok..
Menulis diary aka buku harian itu dulu saya lakukan pas zaman SMA. Lagi galau-galaunya itu. Tulisannya acak kadut deh, yang penting bisa curhat bebas. Sekarang lebih keren, nggak pakai diary lagi melainkan blog.
Rumah menjadi barang supermewah. Coba lihat di pinggir-pinggir jalan, rata-rata spanduk iklan rumah harganya sudah fantastis, minimal Rp 1 M.
Sakit gigi paling nggak enak. Biar saja ada lagu ‘Lebih baik sakit gigi dibanding sakit hati’, bagi saya dua-duanya nggak enak. Tapi, paling nggak enak lagi kalau lihat anak sakit gigi untuk pertama kalinya.
Tikus, kenapa kamu betah banget sih di rumah ini. Setiap hari kerjaanmu bolak balik, ke dapur dan atap. Maafkan jika akhirnya saya terpaksa membuat perangkap untukmu.