Belajar dari Setiap Tipe Teman
Setiap orang punya teman dengan karakter yang berbeda-beda. Kadang, kita baru menyadari betapa besar pengaruh mereka terhadap cara kita melihat dunia—kalau kita mau belajar dari mereka.
Kisahku Guruku
Setiap orang punya teman dengan karakter yang berbeda-beda. Kadang, kita baru menyadari betapa besar pengaruh mereka terhadap cara kita melihat dunia—kalau kita mau belajar dari mereka.
Disclaimer: Tulisan ini tidak ditujukan untuk merendahkan profesi mana pun. Setiap profesi memiliki kompetensi dan kontribusi penting buat masyarakat. Aku hanya ingin menyoroti bahwa setiap manusia, apa pun jabatannya, tetap memiliki batas pengetahuan. Mengakui batas itu bukan berarti melemahkan profesi, tetapi justru membantu kita memandang keahlian mereka secara lebih realistis dan sehat. Belakangan ini begitu […]
Catatan ringan, bukan untuk menggurui—sekadar ajakan berpikir bersama. Dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat pola yang sama: peringatan dari para ahli muncul lebih dulu, tapi kepedulian masyarakat muncul paling belakangan. BMKG sudah berkali-kali memberi informasi tentang siklon dan cuaca ekstrem, tapi tetap ada yang tersapu angin kencang karena merasa “ah cuma hujan biasa”. Pakar kesehatan […]
Belakangan ini aku mencoba rutin mengisi blog—minimal satu tulisan sehari. Padahal sebelumnya blog ini jarang sekali kusentuh.Ketika banyak orang sudah pindah ke platform lain, entah kenapa aku masih tetap di sini.
Pandemi membuat banyak belajar, salah satunya belajar berpikir lebih dewasa. Orang mungkin melihatku aneh atau berbeda dari kebanyakan orang, tapi bukan berarti aku mengikuti pikiran yang seragam.
Kadang aku merasa hubungan manusia dan alam itu mirip hubungan kita dengan kesehatan sendiri. Selama semuanya baik-baik saja, kita santai. Tapi begitu tubuh ngasih “peringatan”, baru deh panik cari tahu apa yang salah. Alam pun begitu.
Aku suka bertanya-tanya, mengapa seseorang menebangi pohon atau merusak hutan. Apa murni demi uang, kok nggak mikir lingkungan sekitar? Dan apa yang sebenarnya ada di pikirannya? Apa mereka membayangkan hutan ini bisa memperbaiki diri seperti tombol “reset” di game?
Kadang aku penasaran… sebenarnya apa sih yang membuat banyak dari kita merasa berat untuk membaca? Padahal sekarang konten di media sosial makin beragam: ada yang merangkum isi novel, ada yang mereview buku-buku referensi, bahkan textbook pun diringkas jadi cerita menarik.
Manusia berduka. Beberapa wilayah kembali mengalami musibah. Lihatlah Sumatra—banjir di mana-mana, rumah terendam, anggota keluarga terpisah hingga harus saling mencari. Lalu muncul satu pertanyaan besar: alam yang salah, atau kita yang kurang peka?
Anak takut ujian susulan? Simak tips orang tua agar anak tetap semangat, aman, dan kesehatan anak terjaga saat menghadapi ujian susulan di sekolah.