Mengelola Emosi dan Stres Saat Membaca Berita Negatif
Aku lagi menunggu panggilan dokter, sambil scroll berita. Eh, kok nggak nemu yang bagus-bagus ya? Di situasi negara kayak sekarang, kamu tim mana, supersabar atau emosian?
Kisahku Guruku
Aku lagi menunggu panggilan dokter, sambil scroll berita. Eh, kok nggak nemu yang bagus-bagus ya? Di situasi negara kayak sekarang, kamu tim mana, supersabar atau emosian?
Setiap sekolah punya cara berbeda untuk antre pembagian raport. Dulu, saat anak sulung saya masih SD, sistemnya sederhana: ambil nomor di depan kelas, lalu duduk nunggu dipanggil. Tenang dan nggak ribet. Masuk SMP, sistemnya berubah. Nggak ada nomor, nggak ada absensi. Orang tua murid (OTM) datang harus mengingat siapa yang lebih dulu datang. Lumayan peer, […]
Aku sering merasa bersalah saat menulis soal sampah. Karena di rumahku sendiri pun, aku masih sering menyerah.
Mencuci kembali sampah itu butuh waktu, tenaga, dan konsistensi—dan jujur, tidak selalu sanggup.
Ada masa ketika kita berpikir pandemi sudah selesai. Masker dilepas, aktivitas kembali normal. Hidup terasa seperti dulu. Tapi banyak orang merasakan satu hal yang mengganjal: kenapa mental rasanya lebih rapuh? Kenapa berita buruk atau ketidakadilan cepat sekali melelahkan?
Baru saja aku membaca satu unggahan di Threads tentang pasien yang datang ke psikolog bukan karena masalah pribadi, tapi karena distres akibat ulah pemerintah. Bukan satu dua orang. Dan anehnya, atau justru tidak, aku merasa relate.
Berat badan rendah sering bikin orang tua khawatir. Kenali alasan kenapa BB rendah membuat orang tua lebih waspada, faktor penyebabnya, dan kapan harus mencari bantuan medis.
Dalam merenung muncul pertanyaan, ‘Kenapa ketika aku mencoba melakukan hal-hal kecil soal kesehatan, rasanya seperti berjalan sendirian?”. Bukan karena aku lebih hebat atau lebih sadar, bukan.Kadang memang aku cuma lebih cepat merasa khawatir, atau lebih mudah melihat risiko.
Ibu itu sebenarnya murid paling tekun di dunia. Bedanya, ibu itu diam-diam selalu belajar. Belajar tanpa kelas, tanpa jadwal, dan tanpa pernah benar-benar lulus. Semua datangnya mendadak, di tengah hidup yang sudah ramai duluan.
Aku merasa zaman sekarang itu lucu dalam cara yang agak getir. Orang bilang dunia ini makin keras, makin egois, makin penuh kepentingan. Tapi anehnya, saat ada seseorang yang tulus, kok justru yang muncul adalah curiga?
Dunia kadang terasa gaduh dengan komentar yang tidak diminta. Dan tugas kita bukan menjelaskan semuanya, tapi menjaga hati agar nggak ikut gaduh.