Doaku Tak di Lisan, tapi Bekerja di Tangan dan Kakiku
Di satu sudut rumah, aku melihat Ibuku. Bibirnya tak henti bergerak, melantunkan zikir yang seolah menjadi tembok tak kasat mata bagi dirinya. Beliau tenang, sangat tenang. Di sudut lain, ada aku, sang anak yang sedang dalam survival mode, yang sibuk memastikan masker tak bercelah, dan menahan sesak karena harus jujur pada sistem yang kuanggap “cacat”. Kontras […]