Aku lagi menunggu panggilan dokter, sambil scroll berita. Eh, kok nggak nemu yang bagus-bagus ya? Di situasi negara kayak sekarang, kamu tim mana, supersabar atau emosian?
Kalau aku, jujur saja, tim emosi.
Berita negatif Indonesia yang bermunculan sering bikin stres karena berita, apalagi pernyataan pejabat yang terdengar ceplas-ceplos dan kurang empati. Kadang aku bertanya-tanya, apa memang sekarang makin sedikit manusia yang mau peduli?
Pelajaran PKN & realitas kehidupan
Padahal dulu, di pelajaran PKN, kita diajari hal-hal yang bagus banget, hak dan kewajiban, menghargai sesama manusia, hidup sebagai warga negara yang beradab. Tapi sepertinya semua itu berhenti sebagai teori di buku. Begitu lulus sekolah, banyak yang seperti “lupa ingatan”.
Mungkin karena sejak awal pelajarannya lebih banyak hafalan. Dan kita tahu, banyak hafalan nggak otomatis bikin orang mau menerapkan. Akhirnya sekolah cuma jadi tempat mengejar nilai, bukan tempat belajar kehidupan. Eaaa… 😅
Tetap bijak dan jaga emosi
Tulisan ini jadi pengingat untuk kita, meski dikelilingi berita negatif Indonesia, kita masih bisa memilih untuk tetap bijak, menjaga emosi, dan tidak kehilangan empati.
Selain itu, kita bisa:
-
Membatasi waktu membaca berita supaya tidak stres berlebihan
-
Fokus pada hal yang bisa dikontrol
-
Mengingat hal positif di sekitar kita
Ini pendapatku.
Kalau kamu sendiri, masuk golongan yang mana?
Semoga kita nggak sampai stres berkepanjangan hanya karena ulah orang-orang yang suka asbun.