Salam Perpisahanku ke Cimol

Ditinggal anabul itu menyakitkan.

Foto Cimol lagi nebu


Dulu aku sempat kapok pelihara anabul karena sakitnya masih berbekas setelah melihat kucing pergi selamanya di depan mata karena sakit.

Tapi saat pandemi datang, entah kenapa aku jadi ingin pelihara lagi.


Padahal aku sadar, pelihara anabul di zaman sekarang nggak mudah. Biayanya besar. Beda sama dulu waktu orang pelihara kucing dilepas begitu saja, nggak kenal vaksin atau vet. Sakit pun sering cuma ditunggu sembuh sendiri.

Setelah hampir 5 tahun pelihara kucing, akhirnya aku merasakan lagi kehilangan yang bikin hati seperti kepotek.

Sebelumnya memang ada beberapa kitten yang pergi. Tapi mungkin karena waktunya singkat, aku belum terlalu dekat. Rasanya nggak sesakit ini.

Kucing soft spoken


Cimol…

Kucing kecil yang sering kusebut “stunting” karena badannya mungil dan kurus. Dari kecil sakit-sakitan.

Bolak-balik ke vet sampai akhirnya dia benci minum obat. Setiap lihat obat datang, tangannya langsung lebih kuat buat ngeles. Kukunya juga keluar 😥

Bayangin… umur 1 tahun beratnya cuma 1,8 kg.

Mungkin aku yang kurang perhatian. Bulunya yang tebal bikin aku sering berpikir dia nggak sekurus itu 😥 Cimol sebenarnya kucing domestik, tapi bulunya membel keturunan induknya.

Dia itu kucing yang soft spoken.

Kalau ngajak main, dia nyolek dulu pelan. Kukira mau makan, ternyata ngajak main. Setiap dipanggil jawabnya cuma “Gggrrr”.

Geraknya pelan. Tapi kalau diajak main tali, lincahnya sama seperti kucing lain.

Aku selalu bilang dia kucing paling sopan meski oyen.

Suaranya lembut. Jalannya pelan-pelan. Bahkan kalau makan, dia rela belakangan setelah yang lain selesai 😭 Sayang aku ga punya banyak foto & videonya.

Nggak nyangka.. ternyata waktu kita nggak lama ya, Cimol.

Mama juga sekarang nyesel karena setelah kalian dipisah kandang di samping rumah, mama jadi jarang ngajak kamu main.

Maafin mama ya kalau selama ini masih kurang perhatian.

Sekarang kamu sudah bebas dari rasa sakit dan sesak itu.

Mama bakal kangen tatapan mata kelerengmu yang bening 😥

Video cimol