Logat Bahasa dan Sok Kenal yang Menipu

Ibu-ibu yang sedang bepergian keluar jangan bengong ya. Soale saya suka gitu, di jalan bingung mau lakuin ini dulu apa ini ya. Jadinya pikiran melayang. Padahal kalau udah gini bisa gampang kehipnotis orang alias kena gendam.

Tetaplah fokus dengan rajin mengingat Tuhan di manapun dan kapanpun. Kalau sudah buyar pikirannya bisa berbahaya jika ketemu orang yang sok kenal dengan logat bicara yang tak biasa yang punya tujuan jahat. Kalau orang baik sih nggak masalah.

Kalau dari cerita teman dan mama saya yang pernah kehipnotis, mereka sebelumnya bertemu dengan para pria berlogat Melayu atau logat lainnya.

Jadi begini, ini cerita tentang ibu saya. Kejadiannya sih sudah lama banget ketika saya masih kecil. Tapi berbekas karena saat itu saya melihat mama menangis begitu sadar dirinya tertipu.

Sewaktu itu yang saya ingat, mama begitu senangnya pulang bawa uang ratusan dollar (lupa berapanya). Entah itu dollar apaan. Katanya beliau baru saja ketemu orang baik dan uang Rp 2 jutanya sama emasnya diganti uang dollar. Dulu uang segitu bagi keluarga kami sudah besar banget. Tapi namanya juga musibah.

Alm. papa saya sebenarnya sudah curiga mama kena tipu. Tapi, berharap itu bukan tipuan. Mama bilang, sewaktu di jalan tiba-tiba ada dua pria berlogat Melayu menghampirinya. Ia mau menukar uang dollar karena butuh banget buat anaknya yang sekolah atau sakit. Tapi, dia butuh cepat, nggak sempet ke bank.

Nah, mama nggak tau bagaimana manut aja. Mana bawa buku tabungan pula. Berhubung mama nggak pakai atm, akhirnya mau aja ke bank ditemani kedua pria itu. Diambilah uang Rp 2 juta.

Tak cukup sampai di situ, si pria itu mengajak mama saya naik mobilnya. Alhamdulillah mama nggak kenapa-kenapa. Si pria masih mengincar sisa harta mama. Dia melihat mama pakai kalung entah berapa gram.

Di dalam mobil itu si pria bilang kalungnya diganti dollar lagi dan bisa beli yang lebih bagus lagi . Mama mau aja dan diberilah. Mereka juga mengiming-imingin uang dari mereka bisa buat naik haji. Tahu aja mama pengen ke haji, jelas mama senang bukan kepalang.

Si pria berjanji akan menemuinya lagi di siang hari untuk membayar kekurangannya ke rumah. Mereka minta alamat rumah segala.

Tapi, siang pun tiba kedua pria belum juga muncul. Mama masih belum curiga dan terus berharap. Ketika sore hari tiba, mama mulai sadar dan menangis. Bagaimana tidak, uang tabungannya dan kalungnya raib dibawa penipu.

Papa sudah menanyakan tentang uang dollar tersebut ke bank, tapi bank bilang uang itu tak bernilai.

Mama cerita memang waktu kedua pria itu mendatanginya, beliau sedang berpikir mau ke rumah adiknya apa pulang aja ya. Eh tiba-tiba si pria berlogat Melayu menghampirinya. Mana kayak udah kenal lama begitu.

Seorang teman saya yang Hipnoterapis Slimming Ratih Maharani pernah bilang ke saya, hipnotis kerap disalahgunakan oleh orang yang ingin mencari untung. Ciri-ciri yang harus diwaspadai:

1. Bahasa dan logat aneh

“Soalnya salah satunya untuk bisa menghipnotis orang tersebut dengan membuat orang fokus ke orang yang ngomong itu,” katanya.

Menurutnya, kalau kita mendengar orang berbahasa aneh atau logat aneh membuat kita jadi perhatian penuh. Kita jadi kelihatan melongo dan di situlah si penghipnotis atau penggendam masuk.

“Dia pakai shock induction namanya. ”

2. Sok kenal dan akrab

Ini membuat korban berusaha mikir sendiri sambil berusaha mengingat-ingat. “Karenakan orangnya (pelaku) sok akrab. Pura-pura sudah kenal. Modusnya selalu begitu”.

Nah, mulai sekarang ibu-ibu yang mau belanja ke pasar atau kemana aja jangan bengong ya. Meskipun kasus ini sudah jarang terdengar, tak ada salahnya berhati-hati. Orang yang kelihatan baik mungkin saja memang benar baik, tapi tetap terus waspada 🙂

  7 comments for “Logat Bahasa dan Sok Kenal yang Menipu

  1. Maret 10, 2015 at 5:45 pm

    Agak menyeramkan ya, Mbak… duh mudah-mudahan kita jauh dari yang begitu-begitu :)).
    Lesson learned for me, intinya jangan melamun, dan stay focus. Perbanyak berdoa juga. Doh, menyeramkan benar hipnotisme ini!

  2. Maret 10, 2015 at 8:23 pm

    Waaah mengerikan sekali…
    Jaman sekarang mah, kemana-mana harus hati-hati ya, kalau bisa selalu ditemani, jangan sendirian..

    • Maret 10, 2015 at 8:36 pm

      Betul teh. Kalau ada temen juga enak, ada temen ngobrol 😀

      • Maret 10, 2015 at 8:49 pm

        Iya juga sih, ada temen ngobrol, jd ngga ngelamun..kalau ada apa-apa, ada yg bantuin gepruk orang jahil 😁😄😄

  3. Maret 11, 2015 at 9:14 pm

    Betul bgd mbak, mereka manfaatin blank spot yg cuma beberapa detik untuk masukin sugesti. Blank spot itu bisa dengan tepukan, atau omongan yg susah dimengerti. Persis spti pocessor komputer yg hang krna overload *komen sok tauk ya .. 😉

    • Maret 12, 2015 at 5:02 am

      Komentarnya saya setuju, hehe… mmg jgn smp kita blank ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: