Ibu Belum Lulus Tes Emosi di Pagi Hari, Bisa Coba Cara Ini

Sumber foto: thestir.cofemom
Sumber foto: thestir.cofemom

Pagi terus berganti dan masih seperti biasanya heboh sana sini. Emosi pun dites bakal meninggi atau tetap stabil. Kali ini, saya belum lulus.

Setiap pagi harus menghela napas panjang. Membangunkan kakak mungkin bukan perkara yang sulit. Bangun bisa pagi, cuma mandinya bisa setengah jam atau sejam setelahnya. Adakah cara ya ampuh biar anak bisa mandi pagi dengan cepat?

Ini yang suka bikin naik darah, jarak dari rumah ke sekolahnya itu sebenarnya nggak terlalu jauh. Cuma macetnya edun… Makanya mulut mamanya dower deh kalau pagi-pagi ingetin si kakak mandi.

Masih TK sih. Maksud mamanya siap lebih pagi biar sampai ke sekolah nggak terlambat. Inginnya anak belajar disiplin dan tepat waktu. Lebih baik datang lebih awal ketimbang terlambat. Cuma kembali lagi, mengajarkan anak nggak bisa instan. Nanti maunya mamanya gini-gini kalau anaknya jadi stres kasihan juga 🙁

Namanya juga anak-anak, makin dibawelin makin menjadi-jadi. Kalau nggak marah-marah ya nangis. Paling sering jawabnya “Mama sabar”. Kalau begini cuma bisa ngelus-ngelus dada sambil inget nggak boleh bentak-bentak 🙂

Nada suara memang sudah dikecilin, tapi mulut nyerocos terus nggak ada berhentinya. Kalau begini sama aja yaaa kayak marah, hehe..

Masih berpikir sampai sekarang bagaimana biar anak mau mandi pagi ya. Apa dibiarkan mengikuti keinginan dia atau kitanya tegas dengan memaksa anak. Hufffff…

Dulu masalah bangun bagi agak susah, sekarang udah bangun pagi tapi mandi masih susah.

Sebenarnya ada ide menarik biar persiapan di pagi hari menjadi menyenangkan dan semua orang bisa siap tepat waktu menurut Childcare. Nggak ada salahnya “menyontek” cara orang, siapa tahu di sini juga manjur, huhuhu…

1. Menyalakan musik

Nyalakan musik kesukaan anak. Setiap tugas apakah itu mandi, berpakaian atau sarapan dihubungkan dengan satu lagu. Dan tugas harus rampung saat lagu usai. Anak-anak tentunya akan senang sambil bernyanyi bersama. Dan pastikan anak-anak tak terganggu jika mereka mau berjoget juga.

Sepertinya oke juga 🙂

2. Buat daftar kegiatan

Duduk bersama anak Anda dan membuat daftar kegiatan di pagi hari. Sertakan anak Anda dalam pembuatan daftar. Ini akan memungkinkan dirinya berpartisipasi sehingga akan menunjukkan pendapatnya juga penting dan bisa membantunya memahami apa yang seharusnya dilakukan dia di pagi hari.

Banyak anak yang merespons pembuatan daftar kegiatan ini karena mereka dapat melihat apa yang harus mereka lakukan dan merasa ikut mengendalikan situasi. Anak-anak akan merasa diikutsertakan ketika mereka bisa mengetahui setiap item dalam rutinitas mereka di pagi hari.

Semoga kakak mau diajak kerjasama, hehe

3. Meyakinkan anak

Beberapa anak bisa memahami rutinitas di pagi hari dengan permainan boneka binatang. Pada akhir pekan atau malam sebelumnya, Orangtua bermain seperti sedang melakukan rutinitas di pagi hari dengan boneka binatang.

Dalam skenario Orangtua tetap menjadi oragtua dan kemudian bergantian dengan memungkinkan anak menjadi orangtua.

Ibu bisa menambahkan beberapa humor dalam skenario. Beberapa anak perlu berada dalam situasi yang mirip dengan mencontohkannya melalui boneka agar mau melakukan tugas dengan perasaan mereka.

Seru..seru..

4. Pasang waktu

Beberapa anak-anak merespons dengan baik terhadap waktu. Buat game yang menantang anak untuk mengalahkan waktu dalam melakukan tugas pagi. Jika Anda memiliki lebih dari satu anak, mereka bisa berlomba satu sama lain. Waktur tercepat dialah pemenangnya.

5. Reward

Anak-anak senang bila diberi penghargaan dan hadiah alias reward. Katakan kepada anak-anak jika mereka siap dengan waktu tertentu tanpa bertengkar sama mamanya, mereka akan diberi imbalan dalam perjalanan ke sekolah atau hadiah kejutan yang ditempatkan di kotak makan mereka. Jika mereka tidak mematuhi, mereka tak akan mendapatkannya.

Okay, tak ada salahnya mencoba. Nanti siang mulai beraksi 🙂

  2 comments for “Ibu Belum Lulus Tes Emosi di Pagi Hari, Bisa Coba Cara Ini

  1. Maret 17, 2015 at 5:08 pm

    He… banyak juga ya triknya. Dulu saya paling diancam buat disiram air, dan itu sukses membuat saya terbirit-birit mandi pagi. Sekarang, kalau dikenang, semua itu terasa lucu :hihi.
    Mungkin dengan menumbuhkan rasa kewajiban juga bisa jadi satu alternatif lain, Mbak? :)).

    • Maret 17, 2015 at 6:04 pm

      Dlu ancaman bikin anak terbirit2. Skr ancaman kurang mempan, y ada malah dia belajar dan meniru pas tb2 ngelawan mamanya 🙁 iya ya gar. Pelan2 mau diajarin kayak gtu, kayaknya si kakak santai abizz orgnya, hehe.. makasih yaa sarannya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: