Mungkinkah Anak Tak Suka Makanan karena Dipaksa?

Jadi orangtua sepertinya memang harus serba bisa. Tiap hari saya dibuat bingung, kakak makan pakai apa ya. Maunya kalau nggak tempe, tahu, atau telor ceplok. Adududu… Mamanya cuma bisa pusing, hiks…

Saya nggak tahu apa yang membuat kakak jadi pemilih makanan. Dikasih sayur, geleng-geleng. Dikasih daging juga geleng-geleng. Saya juga nggak mungkin memaksa anak saya makan dengan alasan biar sehat.

Sesekali mau sih makan sayur, cuma itu juga pagi saja. Setelah itu geleng-geleng lagi.

Dulu, semasa saya bekerja saya hanya menyuapi kalau sudah pulang kerja atau di hari libur. Dulu juga kakak mau makan apa saja. Makan sayur, ikan lele, atau lauk lainnya. Tapi sekarang? Apa ini karena mamanya yang nggak kreatif atau mungkinkah anakku korban pemaksaan makan oleh Asisten Rumah Tangga (ART).

Ini kata tetangga, pas kakak makan suka diomelin dan dipaksa. Soal3 di depan mamanya si mbak nggak pernah ketangkap seperti itu. Semoga tidak benar….huaaaa maafkan mamamu nak 🙁 beruntung si mbak sudah dadah byebye..

Merawat anak memang butuh kesabaran. Salah mendidik bisa berdampak ke masa depan anak. Termasuk dalam memberi makan anak.

Saya membaca sebuah artikel di situs Boldsky yang menuliskan memaksa anak makan bisa berbahaya buat kesehatannya. Jangan karena alasan sehat, segala cara dihalalkan. Termasuk memaksa anak. Makan menjadi lemak dan makan menjadi sehat itu berbeda.

Kalau orangtua memaksa anak makan, otomatis si anak pasti disuapi. Itu saja sudah membuat anak jadi lambat mandirinya alias telat belajar makan sendiri.

Selain itu, apa saja dampak negatif suka memaksa anak makan?

1. Pengaruhi kebiasaan makan

Memaksa anak makan akan membuat anak berpikir mereka tidak memiliki hak untuk memutuskan tentang kebiasaan makanan mereka.

2. Gangguan Makan

Memaksa anak makan bisa membuat mental anak tegang. Ini juga akan mengembangkan penyakit seperti anoreksia atau bulimia.

3. Obesitas Anak

Memaksa anak-anak untuk makan apa tidak disukainya bisa menyebabkan masalah seperti obesitas.

4. Perubahan sikap

Salah satu efek samping utama memaksa anak-anak makan adalah berkembangnya hubungan negatif dengan makanan. Jika seperti ini akan sulit membuat anak melakukan sesuatu bila sudah kehilangan minatnya.

5. Gangguan pencernaan

Salah satu efek samping kesehatan yang paling penting dengan memaksa anak-anak makan adalah bisa mengganggu pencernaannya. Makanan yang tidak sehat dan kebiasaan makanan yang tidak benar menjadi alasan utamanya.

Point empat itu sepertinya…. Semoga kakak masih bisa dibentuk lagi kesukaan makannya. Jangan sampai kehilangan minat makanan tertentu berlanjut terus.

Adakah saran yang bisa saya lakukan biar kakak makannya bener, selain menyajikan menu yang macam-macam?

  2 comments for “Mungkinkah Anak Tak Suka Makanan karena Dipaksa?

  1. April 16, 2015 at 8:00 am

    Hanya memperluas kesabaran aja deh saranku, soalnya aku masih juga melakukan acara pemaksaan makan itu Mel.
    Oiya, beri aktivitas main yg menguras energi, jadi bocah lapar dan mau makan, atau makan bareng temen/rame2 gt katanya bikin bocah lebih minat jg.

    • April 16, 2015 at 8:58 am

      Siap… makasih sarannya mbk. Nt kupraktekin. Klo rame2 betul jd makannya banyak, soale klo ke rumah neneknya makan brg sepupunya lahap bener 😀 tp pas di rumah ya kembali ke aslinya, hehehe..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: