Tradisi Baju Lebaran yang Salah Kaprah

Lebaran sudah tiba, banyak orangtua yang menerapkan tradisi baju lebaran. Tapi, tradisi tersebut bisa memberatkan bagi sebagian orang yang membuatnya jadi salah kaprah.

Baru saja saya menyaksikan dua berita di televisi yang berhubungan dengan baju lebaran. Seorang pria di Ciamis (kalau nggak salah) sampai terjun ke sumur karena malu tak bisa membelikan anaknya baju lebaran. Dan seorang wanita (entah dari mana) sampai berusaha mencuri pakaian di pasar demi membelikan baju lebaran untuk anaknya.

Alhamdulillah pria yang terjun itu selamat karena tetangganya melihat. Sedangkan aksi si ibu batal setelah ketahuan sama orang toko. 

Saya ingat waktu kecil juga selalu dibelikan baju lebaran sama orangtua. Sebenarnya niat awal orangtua membelikan karena waktu itu saya dan kakak berpuasa. Jadi ceritanya baju itu sebagai hadiah berpuasa

Tapi, kebiasaan beli baju lebaran itu akhirnya berhenti juga ketika saya dan kakak sudah besar. Bahkan, kalau mau beli kami harus menabung dulu.

Entah siapa yang memulai tradisi Baju Lebaran. Sebenarnya, saat Idul Fitri itu setahu saya hanya dianjurkan mengenakan pakaian terbaik. Maklum, Idul Fitri identik dengan ‘merayakan ‘ kemenangan setelah sebulan penuh berusaha menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah. Itu pendapat saya sebagai orang biasa, bukan ahli apapun, hehehe…

Tapi memang susah ya, kalau anak kita nggak dibeliin sementara anak-anak lain dibelikan. Namanya juga anak-anak, kalau dibeliin tentu ada yang pamer, cerita ke teman-temannya sebagai bentuk kebahagiaan. Alhasil, anak yang nggak dibeliin merengek-rengek minta dibelikan.

Tahun ini, kami sekeluarga nggak membeli baju lebaran. Kakak dan putri cantik hanya mengenakan pakaian yang masih bagus untuk Lebaran. 

Kenapa saya nggak beli? Sebenarnya karena nggak sempat keluar, saya kan orang rumahan, hehe.. Kedua, karena sedang irit. Selain itu, kami ingin mulai membiasakan anak-anak bahwa Lebaran tak selalu dengan mengenakan baju lebaran. Curang banget ya, dulu saya selalu dapat baju Lebaran dari orangtua. Maaf ya Nak, huhu…

Saya berusaha menjelaskan ke kakak alasan nggak beli baju lebaran, salah satunya puasanya belum full

Terus mama papanya bocah bagaimana? Saya tentunya pakai baju yang masih bagus saja. Bukan baju yang baru dan papanya pakai baju hadiah temannya, hehe… Ngirit bu 🙂

Ini bukan berarti saya nggak setuju dengan baju lebaran ya. Sah-sah saja jika orangtua membelikan baju lebaran untuk dirinya dan anaknya. Namanya juga kita berusaha berpenampilan baik di Hari Raya keagamaan. Cuma jangan sampai baju lebaran membuat orang salah kaprah dengan nekat berusaha mencelakai diri sendiri atau berbuat kejahatan. 

Hayo, siapa yang nggak beli baju lebaran? Kita tosan donk… 

Lebaran tetap ada kan meski nggak ada baju lebaran. Yang penting hatinya, bukan bajunya ya 🙂

Kami keluarga mamabocah.com mengucapkan:

“Selamat Idul Fitri 1436 H. Mohon maaf lahir dan batin semuanya.”

  2 comments for “Tradisi Baju Lebaran yang Salah Kaprah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: