Pedoman Gizi Seimbang Kalah Pamor sama 4S5S?

  
Kakak sudah masuk sekolah sejak Senin 27 Juli 2015 dan di kelasnya ada waktu dua hari anak-anak wajib bawa bekal makanan sehat dan itu masih pakai istilah 4 sehat 5 sempurna (4S5S).

Pernah dengar slogan 4 sehat 5 sempurna (4S5S)? Ternyata sudah berganti jadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) toh. Kemane aja mak? Hehehe.. Apa PGS kalah pamor ya namanya? Emang kudet aja kalee eyke #getokpakekotaksusu

Jadi ingat masa sekolah dulu. Zaman saya mah masih tren itu slogan 4S5S. Kalau 4S5S kan terakhirnya susu, tapi di PGS nggak wajib susu ya? Soale protein hewani bisa didapat dari mana saja dah malah lebih banyak kandungan proteinnya.

Menurut situs Koalisi Fortifikasi Indonesia, “Sesuai dengan prinsip Gizi Seimbang[1], pola makan berdasarkan “Pedoman Gizi Seimbang” (PGS) tidak dapat berlaku sama untuk setiap orang. Tiap golongan usia, status kesehatan, dan aktivitas fisik, memerlukan PGS yang berbeda sesuai kondisi masing-masing. Hal ini berbeda dengan pola makan berdasarkan slogan “4 sehat 5 sempurna” (4S & 5S) yang berlaku bagi semua orang di atas dua tahun.”

Slogan 4S5S ini sebenarnya diciptakan tahun 1950-an, dengan harapan masalah kesehatan karena kekurangan dan kelebihan gizi dapat dicegah dan dikurangi.

“Asumsi ini ternyata tidak terwujud, baik di Indonesia maupun negara-negara lain, termasuk negara asal 4S5S di AS. Oleh karena itu pedoman 4S5S sejak awal tahun 1990-an secara internasional telah digantikan oleh pedoman yang lebih rinci yang disebut PGS.”

Pergantian tersebut ada alasannya. Apa saja? Begini rincian dari situs Koalisi Fortifikasi.

1. Susunan makan sehat

Susunan makanan yang terdiri atas 4 kelompok di 4S5S, belum tentu sehat, bergantung apakah porsi dan jenis zat gizinya sesuai dengan kebutuhan.

Coba saja kalau orang makan banyak nasi (karbohidrat), tapi sedikit sumber protein, sayur dan buahnya, bisa dianggap sehat nggak? Sama halnya kalau banyak makan makanan yang kaya lemak dan protein tapi sedikit sayur dan buah. Sehat nggak?

Beda halnya dengan pola makan berdasarkan PGS yang menekankan proporsi berbeda untuk setiap kelompok yang disesuaikan atau diseimbangkan dengan kebutuhan tubuh. PGS itu juga memperhatikan aspek kebersihan makanan, aktivitas fisik, dan kaitannya dengan pola hidup sehat lainnya.

2. Susu bukan yang sempurna

Anggapan umum yang muncul adalah susu membuat jadi sempurna,
Sehingga pemerintah menganggapnsusu merupakan “jawaban” atas masalah gizi. Padahal, susu adalah sumber protein hewani yang juga bisa ditemukan pada telur, ikan dan daging.

Makanya di PGS, susu ditempatkan dalam satu kelompok dengan sumber protein hewani lain.

“Dari segi kualitas protein, telur dalam ilmu gizi dikenal lebih baik dari susu karena daya cerna protein telur lebih tinqggi daripada susu.

3. Sudah nggak sesuai

Slogan 4S5S yang dipopulerkan oleh Prof. Poerwo Soedarmo, Bapak Gizi Indonesia, di tahun 1950-an dianggap tak lagi sesuai dengan perkembangan iptek gizi, seperti halnya slogan “Basic Four” di Amerika yang merupakan acuan awal 4S5S pada masa itu.

Basic Four AS yang diciptakan tahun 1940-an bertujuan mencegah pola makan orang Amerika yang cenderung banyak lemak, tinggi gula, dan kurang serat. Namun, setelah dievaluasi tahun 1970-an, ternyata slogan tersebut tidak memperbaiki pola makan penduduk Amerika, yang disertai dengan meningkatnya penyakit degeneratif terkait gizi.

Alasan itulah yang membuat slogan Basic Four diperbarui dan disempurnakan menjadi Nutrition Guide for Balance Diet dengan visual piramida.

Nutrition Guide for Balance Diet di Indonesia diterjemahkan menjadi PGS yang juga menggunakan visual piramida. Kalau Nutrition Guide AS berlaku untuk usia di atas 2 tahun, di Indonesia PGS berlaku sejak bayi dengan memasukkan ASI eksklusif sebagai Gizi Seimbang.

PGS baru diterima masyarakat pada tahun 2009, sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan No 36 tahun 2009 yang menyebutkan secara eksplisit “Gizi Seimbang” dalam program perbaikan gizi.

Jadi, sekolah-sekolah masih pakai istilaj 4S5S nggak ya? Yang angkatan muda seperti saja, masih ingat nggak apa saja yang masuk 4S5S? Hehe…

Sumber: http://www.kfindonesia.org/index.php?pgid=12&contentid=80

Posted from WordPress for Android

  2 comments for “Pedoman Gizi Seimbang Kalah Pamor sama 4S5S?

  1. Juli 29, 2015 at 12:15 am

    Hm, mungkin kalau PGS ini lebih komprehensif ya Mbak ketimbang 4S5S, soalnya memasukkan variabel jumlah dan kondisi orang yang mengonsumsinya. Ya mungkin menyesuaikan dengan tingkat pemahaman masyarakat yang sudah lebih kompleks sih :hehe. Sejatinya bedanya tidak terlalu signifikan sih ya menurut saya, jadi 4S5S masih bisa juga dijadikan pedoman kasar, dengan beberapa penyesuaian.

    • mellyfeb0805
      Juli 29, 2015 at 7:42 am

      Setuju Gar, hehe.. kebijakan baru biasanya melengkapi kebijakan sblmnya yang dianggap kurang 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: