Rambut pun Bisa Ditransfer

Apa yang bisa membuat orang minder atau nggak percaya diri? Banyak banget donk penyebabnya. Salah satunya kebotakan rambut. Coba aja pakai transfer rambut 🙂

Transfer Rambut Jambang (Foto: Rilis The Clinic Beautylosophy)

Siapa bilang cuma orang yang sudah berumur yang berurusan dengan kebotakan, pemuda zaman sekarang juga sudah banyak yang mengalaminya. Tapi, pakai obat penyubur rambut katanya berisiko lho. Risiko paling menakutkan itu adalah impoten permanen. Itu kalau nggak salah kata penelitian, hehe..

Sekarang itu ada cara yang lebih canggih yakni transfer rambut. Bagaimana caranya?

Bener-bener ya, orang sekarang kreatif banget. Rambut aja bisa ditransfer, ngalahin bank *eeehhh…. Maksudnya, pindahin rambut dari satu area ke area lain. 

Sebenarnya apa yang membuat kebotakan rambut? Kebotakan itu bisa dialami pria dan wanita. Sebelum botak biasanya rambut rontok. 

Menurut theclinic Beautylosophy, sepanjang hidup sebagian pria dan wanita mulai dari usia 14 sampai 40 tahun mengalami masalah kerontokan rambut dan bisa berakhir dengan kebotakan. Semakin muda kebotakan timbul, semakin cepat proses ini berlangsung. 

“Faktor utama yang mempengaruhi kebotakan seseorang adalah hormon androgen, hubungan antara hormon dan reseptor inilah yang membuat derajat kebotakan berbeda dari satu orang ke orang lainnya,” tulis The Clinic dalam rilisnya.

Saat ini banyak perawatan rambut yang ditawarkan untuk mengatasi kebotakan. Mulai dari obat-obatan, shampoo, tonic, hingga suntikan. Tetapi, terapi- terapi itu memberikan hasil pada kebotakan akibat jamur dll, tidak pada kebotakan akibat androgen.

Seiring perkembangan dunia medis, ada solusi kebotakan yakni Hair transfer. Ini merupakan salah satu prosedur medis yang bertujuan mendistribusikan rambut ke area yang mengalami kebotakan. Cara tersebut sering kali menjadi harapan terakhir untuk mengatasi kebotakan.

Proses Pindah Rambut

Pasien dengan problem kebotakan akan dianalisa terlebih dahulu oleh dokter untuk didiagnosa dan diberikan terapi yang sesuai. Pasien dengan kebotakan akibat androgen (androgenetic alopecia) akan dinilai apakah mereka merupakan kandidat yang baik untuk hair transplant atau tidak. Dan prosedur hair transplant mana yg paling sesuai untuk kondisi masing – masing pasien.

Proses pemindahan rambut akan mengikutsertakan akar dan jaringan penyokongnya, sehingga bila ditanam di area lain, rambut tersebut bisa hidup dan tumbuh sebagai mana mestinya. 

Proses pemindahan rambut kurang lebih memakan waktu 6 – 8 jam. Selama waktu prosedur pasien tetap sadar namun tidak merasakan sakit dan dibuat senyaman mungkin.

Sayang, di sini belum dicantumkan risiko yang bisa ditimbulkan dan apakah kesuksesannya dijamin 🙂

Wew hebat juga yaaa… Ternyata botak itu juga bisa dipengaruhi hormon toh 🙂 Dan rambut bisa ditransfer itu lho, ck…ck…

  4 comments for “Rambut pun Bisa Ditransfer

  1. September 21, 2015 at 11:10 am

    Ugh, itu betulan Mbak? Melihat gambar itu saja saya agak gimana gitu… membayangkannya apalagi :hehe. Duh semoga kita jauh dari penyakit kebotakan, ya. Itu yang di foto itu jadi rambut jambangnya dipindahkan ke rambut bagian lain yang mengalami kebotakan ya Mbak? Kalau jambang sih masih dekat, kalau yang dipindahkan rambut yang lain-lain, nah lo… :hehe.

    • mellyfeb0805
      September 21, 2015 at 11:25 am

      Serem ya liatnya. Itu dr bagian lain ditransfer jd jambang. Entah dr bagian mana ambilnya, masa iya selain rambut kepala, hehehehe… Amin, menjauhlah hai kebotakan.

  2. September 21, 2015 at 3:22 pm

    mbaaakk…hahaha pertama kali buka post ini aku geliiii liat gambarnya. aku ini semacam kena trypophobia gitu -___-”
    *dihh maap ya komenku oot, haha* 😀
    jaman dulu, pemahamanku tentang orang botak adalah mereka ‘pinter’. karena apa… karena kepalanya dipake mikir terus makanya rambutnya rontok. hihihi

    • mellyfeb0805
      September 21, 2015 at 8:02 pm

      Hahaha… tos donk. Gilani ya fotonya. Dlu ak juga mikirnya org botak pinter dan identik sm profesor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: