Sewa Rumah Murmer Gila-gilaan plus Keren di Eropa

Sumber foto: Airbnb

Sumber foto: Airbnb


Para traveller tentu sudah tahu situs Airbnb. Bahkan pebisnis hotel sampai dibuat ‘ngeri’ gara-gara situs tersebut. Bagaimana nggak ketakutan, contohnya saja kalau traveller dikasih pilihan, tinggal hotel di Eropa harganya yang selangit dibandingkan sewa rumah yang harga murah meriah (murmer) gila-gilaan tapi berkualitas mau pilih yang mana? Kalau saya yang jawab tentu pilihan kedua 😀

Kapan ya saya bisa jalan-jalan. Kali ini saya baru jadi pendengar saja. Kesempatan emas itu dialami suami tercinta dan ia bercerita tentang perjalanannya ke Turin, Italia. Dia sih diundang orang dan menginap di sebuah rumah mungil tapi bergaya modern. Penginapan itu didapat dari searching di airbnb. Katanya murah meriah dibanding hotel yang bisa puluhan juta rupiah.

Ini bukan promosi ya… Hanya meninggalkan jejak, siapa tahu suatu saat bisa ke sana, amin.. (Teriak dalam hati kenceng-kenceng 🙂 )

Udah penginapannya asyik, pemilik rumah itu juga ramah banget. Pas si akang bercerita saya cuma membayangkan, hehe.. Maklum, saya kan nggak ada di situ. Tapi pas saya lihat foto-fotonya di situs tersebut, beneran bagus bener rumahnya. Pasangan itu pakai ID Faber.

Kira-kira seperti ini cerita dari mantan pacar yang saya inget.

Rumah mungil milik Arsitektur Roberto Faber dan sang istri Paula Faber itu terletak di Bukit Superga, Turin, Italia. Letaknya sekitar 1 km dari Gereja Basilica Superga, tempat yang menampung kecelakaan pesawat tim sepakbola Torino tahun 40an lalu. Ke rumah Pak Roberto itu seperti mau ke puncak, harus melewati jalan sempit dan berbukit yang turun naik. Nah rumahnya pas di bukit.

Rumah Pak Roberto terdiri dari 4 lantai, untuk rumah utamanya ya. Dan dekat situ ada lagi rumah kecil bekas tempat penampungan air tahun 1970-an. Memang arsitektur keren sih, di tangan dia bisa disulap jadi rumah yang indah.

Kalau ditebak, Pak Roberto itu usianya sekitar 50-60 tahun dengan rambut peraknya. Sedangkan istrinya berusia sekitar 40-an tahun. Keduanya ramah bener saat menyambut tamu yang mau menginap di rumahnya.

Baru datang sudah disambut tawaran pertolongan “Apa yang bisa saya bantu” atau menelepon “Lagi butuh makanan nggak”. Tahu bener deh, setelah itu Pak Roberto kasih saran dan kasih nomor telepon untuk reservasi tempat atau dia yang menelepon.

Buat sarapan disiapin dari dia, ada roti dan buah-buahan. Dan tiap pagi ada pembantu yang membersihkan. Bener-bener menyenangkan sepertinya.

Rumah yang itu memang khusus disewakan dan dia tinggal di rumah lainnya di bagian kota Turin. Untuk membangun rumah cantik tersebut memakan waktu 4 tahun. Semua adalah rancangan dirinya sendiri. Pastinya puas ya, merancang sendiri dan hasilnya luar biasa.

Pak Roberto meminta bantuan dua orang pekerja untuk membangun rumahnya itu. Pantes saja, sampai 4 tahun. Coba bangun rumah di sini. Kalau empat tahun berapa ongkosnya ya, hehe…

Wajar kalau perhotelan pada dibuat dag dig dug. Kalau semua pemilik rumah ramahnya seperti ini bisa-bisa orang milih sewa aja dibanding ke hotel. Situs tersebut khusus menyewakan apartemen, rumah, karavan, sampai istana.

Tarifnya juga murah, jauh banget dari hotel yang bisa Rp 20 juta. Sementara nyewa rumah seperti ini sekitar Rp 3 jutaan per malam. Bisa buat banyak orang pula. Satu rumah saja bisa buat enam orang, cukup buat keluarga.

Situs tersebut nggak hanya menyewakan rumah di luar negeri saja. Rumah di Indonesia seperti di Kemang Jakarta dan Bali juga ditawarkan.

Saya yang mendengar cuma bisa melongo, hehe…