Baju Kotor Obat Kangen Biar Anak Nggak Rewel

image

Sumber Foto: Fashion-kid

Baju kotor ibu bapak bisa jadi obat kangen anak. Ini mitos apa fakta? Saya pernah diceritakan teman yang suka bawa baju anaknya saat keluar kota. Atau meninggalkan bajunya di rumah dan diletakkan dekat anaknya agar anaknya anteng dan nggak rewel.

Inget lho, baju yang dimaksud itu baju kotor ya, bukan yang bersih. Maksudnya sebagai obat kangen buat orangtua dan anak atau kalau anak rewel diciumi saja bau ibunya atau bapaknya dari baju kotor. Jadi anak nggak rewel.

Kalau saya pribadi menganggapnya mitos, yang lain mungkin juga. Apalagi saya baru sekali mempraktikkan tapi gagal total. Ini bukan membawa-bawa baju kotor sampai keluar kota ya. Tapi meninggalkan baju kotor saya di kasur si adek waktu pertama kerja setelah cuti. Hasilnya, anak saya tetap rewel kalau sore mamanya belum pulang.

Coba deh. Misalnya baju dibawa keluar kota, itu kan baju kotor. Kalau dibiarkan kotor berminggu-minggu saat keluar kota bagaimana jadinya itu baju, hehehe…

Meski banyak yang bilang itu mitos, nggak sedikit orang yang masih mempraktikannya. Mereka ini yang merasa cara tersebut manjur dan sudah kepercayaan turun temurun.

Apa itu mitos? Banyak pengertiannya, salah satunya menjelaskan Mitos adalah informasi yang sebenarnya salah tetapi dianggap benar karena telah beredar dari generasi ke generasi.

Saya jadi teringat pesan-pesan dari Asisten Rumah Tangga (ART) kami yang pertama. Nggak cuma soal baju kotor. Katanya nih, “Kalau anak tidur jangan diselimuti pakai baju atau sarung papa mamanya. Nanti anaknya rewel pas ditinggal keluar kota.” Ada lagi nih, “Biar anak nggak rewel ditinggal mamanya kerja, baju kotornya dideketin ke anaknya saja. Jadi bau mamanya tercium.” Wew…

Saya sampai disalahkan ART akibat si sarung. Penyebabnya kakak rewel saat papanya tugas keluar kota gara-gara dia pernah lihat saya menyelimuti kakak dengan sarung. “Tuh kan, anaknya jadi rewel. Makanya jangan selimuti anak pakai sarung papanya.”

Ehm, saya diam saja dah. ART senior gitu loh. Kalau dipikir apa benar gara-gara sarung anak jadi rewel? Adududu…pusing kalau bicara mitos. Maunya nggak percaya tapi kalau nggak nanti disalahi 😀