Betah di Rumah, Salah Ya?

Ibu rumah tangga sering di rumah itu salah ya? Beberapa hari yang lalu membaca sebuah tulisan di media sosial.mTernyata banyak juga orang yang merasa aneh kok bisa betah di rumah sih, nggak bosan apa?

Kalau versi saya, saya memang betah di rumah. Tentang bosan dan jenuh, pasti ada. Namanya juga manusia, nggak ada yang sempurna. Tapi benar, kalau kita merasa menikmati dan mensyukurinya, inshaAllah betah di rumah.

Tetangga memang kebanyakan ibu rumah tangga. Mereka suka heran, kok betah banget di rumah sih? Nggak bosan apa? Pasti mama sekalian yang betah di rumah juga sering mendapat pertanyaan yang sama. Apalagi saya, saat saya menolak ajakan jalan-jalan, yang muncul pertanyaan itu lagi itu lagi.

Silakan saja mereka menyebut saya wanita rumahan. Nggak masalah, nggak ada ruginya bagi saya. Saya di rumah juga nggak mengganggu mereka, wong rumah  sendiri. Kecuali saya senangnya di rumah mereka sampai lupa rumah sendiri, hihi..

Betah apa nggak betah sepertinya itu pilihan. Kalau jenuh beda lagi sama nggak betah di rumah. Saya terkadang merasa suntuk atau jenuh, tapi bukan berarti nggak betah di rumah. Suntuk bisa karena kelelahan, entah itu fisik atau psikis. 

Dulu saya merasa Me Time saya menulis blog. Tapi, makin ke sini waktu menulis blog makin sulit. Saya hanya bisa menulis malam hari. Kalau siang bisa menulis itu karena anak saya sibuk main atau tidur. 

Saya juga punya kerja sambilan jadi kontri di sebuah media. Senang sih, tapi tahu sendiri bagaimana nasib kontri, suka baper. Udah banyak nyetor, buat malam hari, belum tentu semuanya naik. Itulah risikonya, terima saja walau suka gimana gitu 😀 

Saya pun bingung Me Time apa yang murah meriah, nggak usah keluar rumah atau ngemal, tapi bukan ngeblog atau setoran kontri?

Kalau egois saya muncul, rasanya ingin keluar rumah sendiri tanpa bawa anak-anak biar nggak suntuk. Tapi, saya sadar cara seperti itu malah membenani papanya bocah. Kan dede bontot masih baby.

Akhirnya saya browsing-browsing, lihat pinterest dan ingin bisa DIY. Mulailah cari-cari di Instagram. Ternyata banyak ibu-ibu kreatif yang bikin DIY. Saya jadi kepengen. Mungkin mencoba-coba bikin ini itu dari barang bekas bisa mengobati kesuntukan saya.

Mulailah saya beli ini itu. Dan percobaan pertama saya adalah ngecat ban dan membuat pigura dari stik es krim. Serta membuat mawar dari karton telor. 


Ban yang saya cat itu maksudnya mau dijadiin meja atau kursi. Cuma warnanya cerah banget yaa, hihi… Papanya bocah sepertinya kurang suka. Maklum kami beda selera. Saya suka warna cerah-cerah sedangkan papanya bocah suka yang warna netral.

Ya sudah, bannya disimpan dulu. Nunggu tanggal muda lagi buat beli cat, hihi…

Kembali ke betah di rumah. Kalau sibuk seperti ini jadi betah di rumah kan? Saya memang nggak jago masak. Kalau masak juga susah, anak-anak rewel ditinggal masakannya. Kalau DIY disambi kalau anak rewel nggak masalah #ngelesmania.

Bosan nggak bosan it tergantung. Jangan berpikir bakal bosan di rumah, yang ada bakal merasakan apa yang dipikirkan. Enjoy aja, di rumah juga asyik. 

Kayak dulu baru resign, pasti banyak yang bertanya ‘Nggak bosan, dulu biasanya kerja?’. Kalau saya pikirnya bosan, pasti itu yang saya rasakan. Jalani aja, nanti juga terbiasa menikmati hari-hari di rumah. 

Bisa karena biasa, jangan takut duluan bakal kebosanan dan nggak betah di rumah. Kuncinya sih bersyukur dan menikmati apa yang kita jalani. Dompet tipis nikmati aja, syukuri donk. Nanti tiba-tiba pas tanggal tua, ada aja nemu uang nyelip. Senangnya bukan main.

Coba kalau sedikit-sedikit keluar rumah buat ngilangin kebosanan, bukannya makin menipiskan isi dompet? Biaya transportasi, biaya isi perut, belum lagi belanja sana sini. Itu versi saya ya. Aslinya sih saya memang nggak suka jalan, jadinya di rumah betah aja, hihi..

Salam damai buat yang tersinggung. Baper boleh tapi jangan kelamaan. Ini murni isi hati saya.

Selamat malam, moga mimpi indah 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: