Sebotol Air Zamzam

Klo habis musim Lebaran Haji pasti ngarep dapet oleh-oleh Air Zamzam dari tetangga atau saudara yang beribadah Haji. Dlu semasa kecil, demi bisa mencicipi segelas air zamzam ikut mama ke rumah tetangga yang baru balik haji.

Sekarang, makin banyak yang umroh. Kesempatan mendapat Air Zamzam semakin banyak.

Ini tentang kisah sebotol air zamzam yang salah meletakkan, akhirnya lenyap entah kemana. Hanya botol yang terlihat di rak piring. Hiks, terbuangkah atau ada yang meminumnya? Klo ada yang meminumnya alhamdulillah, klo terbuang sedihnya ๐Ÿ˜ญ

Cerita bermula ketika nenek (mamanya mamabocah) membawakan sebotol Air Zamzam yang menurut saya lumayan banyak banget. Sungguh langka mendapat air zamzam porsi banyak kalo bukan saudara yang berangkat. Karena menunggu sulung pulang sekolah biar tiga bocah dapet semua, botol itu mamabocah taruh di atas kulkas.

Kenapa di sana? Pertama klo di bawah nanti disangka air bekas dan dibuang. Mamabocah berpikir ini tempat teraman, jauh dari jangkauan tangan-tangan yang rajin beberes. Hari berlalu dan mamabocah lupa dengan botol itu. Begitulah suka kelupaan โ˜บ๏ธ

Hingga suatu malam teringat dengan botol tersebut, karena ingin memberikannya ke anak, mamabocah carilah ke atas kulkas. Dan badan ini lemas, botol sudah tidak ada. Apa kena sweeping pembersihan ๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ฐ

Melihat ke rak piring dan botol itu sudah kosong berdiri di pojokan rak, hiksss… astaghfirullah, untuk tempat yang mamabocah anggap teraman dari jangkauan anak-anak maupun dewasa saja tetap tidak aman.

Sedih, menangis. Mungkin terlihat lebay, tapi entah kenapa mamabocah merasa untuk mendapat air itu harus menunggu orang ke Tanah Suci. Memang sekarang banyak di Tanah Abang, tapi beda rasanya kalau itu diberi orang yang baru beribadah. Tetep aja ya mamak lebay ๐Ÿคญ

Mungkin orang beranggapan, salah sendiri taruh di atas kulkas. Jadi orang ngira itu air bekas. Tapi ya begitulah emak-emak. Terkadang menyimpan di area tertinggi yang mudah terlihat itu agar ngga kelupaan.

Andaikan membudayakan bertanya sebelum membuang mungkin tak akan terjadi. Atau melabeli botol dengan tulisan air zamzam mungkin cara yang aman ๐Ÿ˜ž Ah sudahlah, semua sudah terjadi. Nasi sudah menjadi bubur, hiksss

Menyimpan barang bukan di tempatnya itu belum tentu karena semborono dan sembarangan. Nah yang suka beberes, budayakanlah bertanya bertanya sebelum membuang. Mungkin barang yang kita anggap itu sepele, bagi orang lain punya arti penting. Apalah arti air dalam botol Tupperware. Tapi jangan salah bagaimana klo isinya air zamzam.

Ya, siapa tahu di luar sana ada yang setipe mamabocah. Suka meletakkan barang di mana saja agar mudah terlihat. Maklum klo seisi rumah suka meletakkan barang sembarangan, ketimbang nanti heboh sebagai mamak harus menyelamatkan, dengan cepat memindahkan ke tempat yang lebih tinggi agar mudah dilihat dan tak mudah dijangkau anak ๐Ÿ˜

Sebenarnya sudah mau memindahkan, tapi kelupaan karena mengerjakan hal lain. Maklum ibu rumah tangga kerjaannya harus bisa multitasking. Saat mau mengerjakan satu hal, tiba-tiba ada panggilan dari bocah. Lupalah mengerjakan yang sebelumnya sudah direncanakan.

Tapi sudahlah, kembali lagi dengan pernyataan mungkin belum rejeki dengn sebotol air zamzam๐Ÿ˜ฌ Semoga penggantinya pergi ibadah haji atau umroh, aamiin aamiin YRA ๐Ÿ˜Š Segala sesuatu mungkin saja terjadi kan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: