Berjabat Tangan atau Namaste

Penularan virus Corona itu memang bikin merinding ya. Semoga benar Indonesia belum ada satu kasus pun yang positif. Secara sekarang cari masker susah, terus di rumah aja gitu? Banyak cara virus itu ditularkan meski utamanya dari cairan, entah itu cipratan bersin yang mungkin terkena tangan atau media lain kemudian disentuh tangan. Jadi berjabat tangan harus hati-hati juga.

Kalau cara berjabat tangan gimana? Serius pakai cara dengan mendekapkan kedua tangan tanpa harus bersentuhan atau Namaste?

Enaknya bagaimana ya? Kalau sama guru atau orang yang lebih tua gimana nanti kalau ga berjabat tangan. Misalnya saja kayak cucu sama kakek neneknya, atau murid sama guru. Yang gampang aja suami sama istri, masa iya kalau mau berangkat atau pulang kerja Namaste dulu sama Paksu 🤭 langsung uang belanja ditahan deh, eh eh 🙈

Memang nggak ada salahnya mencoba, tapi ya semua pelan-pelan.

Klo pun mau berjabat tangan harus cuci tangan dulu kayaknya jarang ya. Masa mau bersalaman trs pause sambil bilang, “Saya mau ke toilet dulu mau cuci tangan” terus toiletnya antre di wastafel. Yaud barengan aja cuci tangan di toilet dan bersalaman lah di sana😁😁 Ini kalau kasusnya nggak bawa handsanitizer yaa. Kalau bawa ya, ubek-ubek dulu di dalam tas atau minimal simpan di kantong agar lebih mudah.

Nah kalau keseringan pake hand sanitizer adakah efeknya? Misalnya si kuman jadi kebal. Ehm… jadi serba salah.

Tapi ilustrasi ini maksudnya mungkin agar orang melek, dan untuk langkah selanjutnya semua tergantung pilihan masing-masing. Selamat Hari Senin semua, jangan teralu diambil serius ya postingan ini. Peace… salam damai 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: